Rabu, 18 Juli 2018

contoh prposal nelayan





FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DI DESA LAMAMEK KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE

(Penelitian Ini Diadakan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat)


PROPOSAL SKRIPSI

Oleh

DIDI IRAWAN
15111003

Description: Description: UNAYA
 









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ABULYATAMA
ACEH BESAR
2018











KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran ALLAH SWT yang telah memberikan kekuatan, kesempatan,dan kasih sayang yang dicurahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang berupa proposal. Yang mana diharapkan dapat memberikan manfaat dan dapat mendukung perkembangan pembelajaran mengenai “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue” yang di ampuh oleh Bapak Drs. Usman, M.Si yang mana telah diselesaikan tepat pada waktunya.
Harapan penulis, semoga makalah ini memberikan manfaat yang berarti bagi pembaca pada umumnya dan bagi penyusun pada khususnya. Tiada gading yang tak retak, kritik yang membangun sang penulis harapkan untuk kebaikan di kemudian hari.



Aceh Besar, 03 Juli 2018

Penyusun











BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak potensi sumber daya  alam. Salah satu sumber daya alamnya yang melimpah adalah sektor kelautan dan perikanan. Pengelolaan secara tepat dan konsisten terhadap potensi sumberdaya pesisir, laut, dan pulau pulau kecil yang kita miliki akan mampu memberikan kesejahteraan sosial pada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di kawasan pesisir. Potensi sumberdaya kemaritiman nasional tersebut merupakan basis untuk mengembangkan beragam aktivitas ekonomi, sehingga kawasan pesisir merupakan salah satu kawasan yang potensial untuk menunjang keberlanjutan pembangunan nasional.
Salah satu tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Peningkatan kesejahteraan penduduk dapat dimungkinkan apabila pendapatan penduduk mengalami kenaikan yang cukup tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupannya. Hal ini dapat diartikan bahwa kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, keamanan dan sebagainya tersedia dan mudah di jangkau setiap penduduk sehingga pada gilirannya penduduk yang miskin semakin sedikit jumlahnya.
Perikanan merupakan salah satu bidang yang diharapkan mampu menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Subsektor perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah dan keragamannya. Sumber daya perikanan sebenarnya secara potensial dapat di manfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan, namun pada kenyataannya masih cukup banyak nelayan belum dapat meningkatkan hasil tagkapannya, sehingga tingkat pendapatan nelayan tidak meningkat. Masyarakat nelayan adalah masyarakat yang hidup, tumbuh, dan berkembang di kawasan pesisir, yakni suatu kawasan transisi antara wilayah darat dan laut. Sebagai suatu sistem, masyarakat nelayan terdiri atas kategori-kategori sosial yang membentuk kesatuan sosial.
Mereka juga memiliki sistem nilai dan simbol-simbol kebudayaan sebagai referensi perilaku mereka sehari-hari. Faktor kebudayaan ini menjadi pembeda masyarakat nelayan dari kelompok sosial lainnya Dari uraian tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang factor faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan nelayan di desa lamamek kecamatan simeulue barat kabupaten simeulue.


B.                 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.                  Bagaimana  biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaman melaut berpengaruh terhadap pendapatan nelayan Di Desa Lmamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue ?

C.                Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai sehubungan dengan penulisan ini adalah:
1.                  Untuk mengetahui pengaruh biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaman melaut terhadap Pendapatan Nelayan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat

D.                Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
1.                  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pihak  lain, dalam upaya mencari pendekatan dan strategi terbaik dalam melakukanupaya pendapatan nelayaan di Indonesia


BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A.                Grand Teori

1.                  Fungsi Produksi
Produksi dapat didefinisikan sebagai hasil dari suatu proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan input. Dengan demikian, kegiatan produksi tersebut adalah mengombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output. Produksi mempunyai ragam batasan dari ahli. Produksi dapat diartikan yaitu menghasilkan sejumlah output produksi adalah hasil yang diperoleh sebagai akibat dari bekerjanya faktor-faktor produksi. Yang termasuk dalam produksi ini adalah tanah, modal, dan tenaga kerja.
Produksi merupakan hasil akhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan atau input. Produksi atau memproduksi menambah kegunaan suatu barang. Kegunaan suatu barang akan bertambah bila memberikan manfaat baru atau lebih dari bentuk semula. Produksi merupakan suatu gambaran yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat produksi suatu barang dan jasa dengan jumlah faktor-faktor produksi.
Gusti Ngurah Agung, N. Haidy A. Pasay, Sugiharso, Teori Ekonomi Mikro Suatu Analisis Produksi Terapan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada), h.9 2Mubiyanto, Pengantar Ekonomi Pertanian (Jakarta: LP3ES), h.90. yang digunakan untuk menghasilkan barang tersebut. Lebih lanjut dijelaskan bahwa fungsi produksi adalah hubungan fisik antara masukan dengan keluaran produksi. Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu tanpa memerhatikan harga, baik harga faktor produksi.
2.                  Fungsi Pendapatan
Pendapatan yaitu sebagai nilai seluruh barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diprodusikan dalam satu tahun tertentu. Pengertian ini mengandung makna bahwa untuk memperoleh pendapatan, terlebih dahulu melakukan suatu proses kegiatan diantaranya dengan cara memproduksi barang dan jasa. Pendapatan diperoleh sebagai hasil dari proses memproduksi, jadi yang dimaksud disini adalah balas jasa buruh, balas jasa karena pemikiran seperti bunga atas modal dan sewa atau barang-barang modal serta balas jasa atas keahlian.


Faktor-faktor produksi dibedakan menjadi 4 golongan:
a)                  Tanah
b)                  Tenaga Kerja
c)                  Modal
d)                 Dan Keahlian Keusahawanan
Apabila faktor-faktor produksi itu digunakan untuk mewujudkan barang dan jasa akan diperoleh berbagai jenis pendapatan. Soekartawi menjelaskan pendapatan akan mempengaruhi banyaknya barang yang dikonsumsikan, bahwa seringkali dijumpai dengan bertambahnya pendapatan, maka barang yang dikonsumsi bukan saja bertambah, tapi juga kualitas barang tersebut ikut menjadi perhatian. Misalnya sebelum adanya penambahan pendapatan beras yang dikonsumsikan adalah kualitas yang kurang baik, akan tetapi setelah adanya penambahan pendapatan maka konsumsi beras menjadi kualitas yang lebih baik.
B.                 Nelayan
Masyarakat nelayan adalah masyarakat yang menggantungkan kebutuhan hidupnya dilaut. Mereka bermata pencaharian dengan memanen hasil laut, seperti: ikan, taripang, atau lainnya. Untuk kegiatan itu, mereka menggunakan berbagai cara. Nelayan adalah suatu kelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung langsung pada hasil laut, baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budi daya. Mereka pada umumnya tinggal di pinggir pantai, sebuah lingkungan pemukiman yang tinnggal di dekat pantai.
Ciri komunitas nelayan dapat dilihat dari berbagai segi, sebagai berikut:
a)                  Dari segi mata pencaharian, nelayan adalah mereka yang segala aktivitasnya berkaitan dengan lingkungan laut dan pesisir, atau mereka yang menjadikan perikanan sebagai mata pencaharian mereka.
b)                  Dari segi cara hidup, komunitas nelayan adalah komunitas gotong royong dan tolong menolong terasa sangat penting pada saat untuk mengatasi keadaan yang menuntut pengeluaran biaya besar dan pengeluaran tenaga yang banyak, seperti saat berlayar, membangun rumah atau tanggul penahan gelombang di sekitar desa.
c)                  Dari segi keterampilan, meskipun pekerjaan nelayan adalah pekerjaan yang berat namun pada umumnya mereka hanya memiliki keterampilan sederhana. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai nelayan adalah profesi yang diturunkan oleh orang tua, bukan yang dipelajari secara profesional.
Struktur mata pencaharian masyarakat nelayan dapat ditinjau menjadi tiga sudut pandang, yaitu:
1)                  Penguasaan alat alat produksi
2)                  Skala investasi modal
3)                  Tekhnologi peralatan tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan
C.                Kerangka Berpikir
Berdasarkan pada uraian sebelumnya, maka kerangka pemikiran peneliti dalam penelitian ini adalah pendapatan nelayan Di Desa Lamamek yang dipengaruhi oleh biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan penglaman melaut.

D.                Hipotesis 
Dari rumusan masalah yang diuraikan diatas maka hipotesis atau jawaban sementara dari penelitian ini adalah:
1.                  Biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan dan pengalaman melaut secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di desa lamamek kecamata simeulue barat kabupaten simeulue.


BAB III
METODE PENELITIAN

A.                Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan eksplanatori yakni penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel yang mempengaruhi hipotesis. Pada penelitian ini minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan dan penelitian ini berfungsi menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu gejala. Oleh karena itu dalam penelitian ini nantinya akan dijelaskan mengenai adanya hubungan interaktif atau timbal balik antara variabel yang akan diteliti dan sejauh mana hubungan tersebut saling mempengaruhi. Alasan utama pemilihan jenis penelitian eksplanatori ini untuk menguji hipotesis yang diajukan agar dapat menjelaskan pengaruh variabel bebas (biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaan nelayan) terhadap variabel terikat (pendapatan nelayan perahu motor tempel) baik secara parsial maupun simultan yang ada dalam hipotesis tersebut.

B.                 Lokasi dan Waktu Penelitian

1.                  Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di wilayah Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang daerahnya berada di pinggir pantai, sehingga sebagian besar penduduk yang tinggal di daerah tersebut bekerja sebagai nelayan.
2.                  Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 2 bulan, yaitu dari bulan Februari sampai pada bulan April.
C.                Populasi dan sampel

1.                  Populasi
Populasi dapat di definisikan dengan beberapa cara sebagai berikut:
a.                  Suatu himpunan individu dengan sifat-sifat yang ditentukan atau dipilih oleh si peneliti sedemikian rupa sehingga setiap individu dapat dinyatakan dengan tepat apakah individu tersebut menjadi anggota populasi atau tidak.

b.                  Berkaitan dengan data, baik data kuantitatif maupun kualitatif, maka populasi dapat didefinisikan sebagai himpunan semua data yang mungkin diobservasi atau dicacah/ dicatat oleh seorang peneliti. Dengan kata lain, populasi adalah himpunan semua individu yang dapat (atau yang mungkin akan) memberikan data dan informasi untuk suatu penelitian.
Dari definisi tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa jumlah keseluruhan objek yang akan diteliti. Dalam hal ini populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh anggota masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan yang ada di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang berjumlah 402 orang.
2.                  Sampel 
Sampel merupakan suatu himpunan bagian (sub set) dari sebuah populasi tertentu. Sampel dapat didefinisikan sebagai berikut:
a.                   Himpunan individu yang jumlahnya terbatas atau sangat terbatas yang terpilih atau dipilih dari populasi individu tertentu.
b.                  Berkaitan dengan variabel, maka sampel dapat didefinisikan sebagai himpunan variabel yang jumlahnya terbatas atau sangat terbatas yang terpilih atau dipilih dari populasi variabel tertentu.
c.                   Berkaitan dengan data, baik data kuantitatif maupun data kualitatif, maka sampel dapat didefinisikan sebagai himpunan nilai/skor/ukuran yang tercatat atau diobservasi berkaitan dengan peristiwa atau fakta yang telah terjadi.
d.                  Sampel dalam penelitian ini adalah nelayan yang berada di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat.
Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan metode Simple Random Sampling atau dikatakan sampel acak sederhana karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi para nelayan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pengambilan random adalah bahwa semua populasi memiliki kesempatan yang sama untuk siambil sebagai sampel, berdasarkan tempat lokasi, siapapun, dimanapun, serta kapan saja ketika ditemui yang kemudian dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini.
D.                Jenis dan Sumber Data 
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.                  Data Primer, yaitu data yang bersumber dari wawancara langsung kepada nelayan dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) untuk mengetahui tingkat pendapatan nelayan di Desa Lamamek Kecamatan Sieulue Barat
 Data primer yang dikumpul meliputi: pendapatan nelayan perbulan, biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, pengalaman melaut serta data lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
2.                  Data Sekunder, yaitu data yang bersumber dari  literatur-literatur dari instansiinstansi yang terkait (BPS, Kantor Desa Lamamek , dan lain-lain), bahan dokumentasi serta artikel-artikel yang dibuat oleh pihak ketiga dan mempunyai relevansi dengan penelitian ini. Data Sekunder yang dikumpul meliputi: Produksi Perikanan Tangkap menurut Kecamatan dan Subsektor di Kabupaten Simeulue , Gambaran umum penelitian, jumlah nelayan yang ada di Desa Lamamek , serta data lain yang terkait dengan penelitian ini.

E.                 Metode Pengumpulan Data
 Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:
1.                  Wawancara, yaitu metode untuk mendapatkan data dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada pihak yang bersangkutan guna mendapatkan data dan keterangan yang menunjang analisis dalam penelitian.
2.                  Kuisioner, yaitu tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan dan pernyataan tertulis kepada responden.
3.                  Observasi, yaitu metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung pada objek yang diteliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai masalah faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.
4.                  Dokumentasi, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara membuka dokumen-dokumen atau catatan yang berhubungan dengan masalah faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.

F.                 Teknik Analisis Data
Dalam analisis ini, digunakan tekhnik analisis asosiatif, yaitu dengan terhadap ada tidaknya hubungan secara signifikan antara biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaman melaut terhadap pendapatan nelayan.





DAFTAR PUSTAKA

Addini, Ikhtaroma. Praktek Sosial Nelayan Sebelum Melaut di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
Jurnal. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Volume 04 Nomor 03, 2016. Al Arif, M. Nur Rianto, Euis Amalia.
Teori Mikroekonomi Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Jakarta: Kencana, 2010.
Anggia Rahmi Tiara, Tri Wiji Nurani, Prihatin Ika Wahyuningrum, Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil di Sedang, Provinsi Istimewa Yogyakarta, Jurnal “Amanisal” PSP FPIK Unpatti- Ambon, 2013. Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan.
Kabupaten Takalar Dalam Angka, 2016. Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. Kecamatan Galesong Utara Dalam Angka 2016.
Imron, Masyuri. Kemiskinan Dalam Masyarakat Nelayan, Jurnal. Jakarta: PMB-UPI, 2003. Jamal, Bahrul.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan (Study Nelayan Desa Klampis Kebupaten Bangkalan). Jurnal Universitas Brawijaya Malang.
Kusnadi, Filosofi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Bandung: Humaniora, 2006. Kusnadi, Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Yogyakarta: 2009.
Karra, Muslimin. Statistik Ekonomi. Cet.1; Makassar: Alauddin University Press, 2013.
Mankiw, Grogory. Makro Ekonomi Edisi Keenam. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 2006.
Masyhuri, Ekonomi Mikro. UIN Malang Press, 2007. Mubiyanto, Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES. Mulyadi, Ekonomi Kelautan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007.
 Ngurah Agung, I Gusti. N. Haidy A. Pasay, Sugiharto, Teori Mikro Suatu Analisis Produksi Terapan. Jakarta: PT. Raja Garafindo Persada.
Ngurah Agung, I Gusti. Statistika Penerapan Metode Analisis untuk Tabulasi Sempurna dan Tak Sempurna dengan SPSS. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.
Perdana Gumilang, Andi. Tingkat Pendapatan Usaha Penangkapan Ikan Akibat Kenaikan Harga BBM Pada Nelayan Payang Di Ppi Bandengan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Skripsi: Institut Pertanian Bogor, 2010.
 Prakoso, Jati. Peranan Tenaga Kerja, Modal, dan Tekhnologi Terhadap Pendapatan Masyarakat Nelayan Di Desa Asemdayong Kecamatan Taman Kabupaten Pamalang.
Skripsi Universitas Negeri Malang, 2013. Prawirokusumo, Soeharto. Ilmu Usaha Tani, Edisi I. Cet I; Yogyakarta: BPFEYogyakarta, 1990.
Sri Eko Wiyono, Pengaruh Lama Melaut dan Jumlah Hauling terhadap Hasil Tangkapan Ikan pada Perikanan Gillnet Skala Kecil di Pekalongan Jawa Tengah.
 Jurnal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Vol. 3 No. 1, 2012 Siti Andini Ladamay, Ode
Analisis Pengaruh Harga BBM  Terhadap Pendapatan Masyarakat Nelayan Pesisir:
Sebuah Pendekatan Model Berbasis Sistem Dinamik, Jurnal. Soekartawi, Faktor Produksi Dalam Menghasilkan Barang dan Jasa. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2002.
 Soekartawi, Faktor-faktor Produksi. Jakarta, Salemba Empat.
 Soekartawi, Ilmu Usaha Tani dan Penelitian untuk Pengembanagan Usaha Kecil. Jakarta: UI Press, 1981.
 Soesatyo, Yoyok. Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja dan Modal Terhadap Hasil Produksi Industri Kecil Sepatu dan Sandal Di Desa Sambiroto Kecamatan Sooka Kabupaten Mojokerto.
 Jurnal. Prodi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya. Sugiyono, Metode Penelitian Kombnasi.Bandung: Alfa Beta, 2012.
Sukirno, Sadono. Ekonomi Pembangunan, Proses, Masalah, dan Dasar Kebijaksanaan. Jakarta: Bina Grafika, 2009. Sukirno, Sadono.
 Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012.
Syamsuddin, Rajuddin. Sektor Perikanan Kawasan Timur Indonesia (KTI): potensi, permasalahan, dan prospek. Jakarta: PT. Perca, 2010.
Wibowo, Sukarno. Dedi Supriadi, Ekonomi Mikro Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2013. Winardi, Ekonomi Selayang Panjang. Rineka Cipta Bandung, 2010.
Winardi, Pengantar Ilmu Ekonomi. Bandung: PT. Tarsito, 1988. Yofratha Jehau, Handrianus. Analisis Tekhnik, Biologis, dan Ekonomi Pengembangan Usaha Perikanan Purse Seine Di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.
Skripsi Universitas Hasanuddin, 2009. Yusuf Agunggunanto, Edy. Analisis Kemiskinan dan Pendapatan Keluarga Nelayan Kasus Di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Jurnal Fakulatas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang, 2011

contoh proposal penelitian l( skripsi )


HUBUNGAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PENGERTIAN ORGANISASI DENGAN PERILAKU MENGHARGAI TEMAN DI SMA NEGERI 2 SIMEULUE BARAT


PROPOSAL SKRIPSI

Oleh

DIDI IRAWAN
15111003

Description: UNAYA
 









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ABULYATAMA
ACEH BESAR
2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran ALLAH SWT yang telah memberikan kekuatan, kesempatan,dan kasih sayang yang dicurahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang berupa proposal. Yang mana diharapkan dapat memberikan manfaat dan dapat mendukung perkembangan pembelajaran mengenai ”Hubungan Pemahaman Siswa Tentang Pengertian Organisasi Dengan Perilaku Menghargai Teman Di Sma Negeri 2 Simeulue Barat” yang di ampuh oleh Bapak Drs. Usman, M.Si yang mana telah diselesaikan tepat pada waktunya.
            Harapan penulis, semoga makalah ini memberikan manfaat yang berarti bagi pembaca pada umumnya dan bagi penyusun pada khususnya. Tiada gading yang tak retak, kritik yang membangun sang penulis harapkan untuk kebaikan di kemudian hari.



Aceh Besar, 03 Juli 2018

Penyusun












BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pemimpin membuat suasana Di Indonesia, hak organisasi diatur oleh undang-undang. Hak berorganisasi secara tidak langsung tersirat dalam pancasila, sebagai sumber hukum Indonesia, dan tercantum dalam UUD 1945, terutama Pasal 28 E (Ayat 3). Dalam pasal tersebut dikatakan “bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. Maksudnya adalah setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk bebas memilih atau membentuk suatu organisasi atau kelompok yang sesuai dengan minat yang mereka miliki. Tidak ada satu pihak pun yang boleh memaksa atau melarang seseorang untuk bergabung dengan suatu organisasi. Tetapi, sekali lagi perlu diingat bahwa kebebasan ini tidak boleh mengganggu hak dan kebebasan orang lain. Demokrasi dapat dikatakan merupakan pola hidup berkelompok di dalam organisasi bernegara, sesuai dengan keinginan orang-orang yang hidup berkelompok tersebut. Keinginan orang-orang yang berkelompok tersebut ditentukan oleh pandangan hidup, falsafah hidup, dan ideologi yang tercermin dalam sila-sila Pancasila.
Organisasi adalah segenap proses kegiatan menata dan rnembagi pekerjaan yang akan dilakukan, mengelompokkan orang-orang yang akan mengerjakan pekerjaan tersebut, menetapkan wewenang dan tanggung jawab serta hubungan antar unit-unit dan individu sebagai pelaksana dari pekerjaan itu untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi tersebut. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Kekompakan dalam organisasi itu sudah menjadi keharusan. Apabila dalam organisasi kekompakan itu tidak terjaga, maka hasil kerja tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itulah dibutuhkan pemimpin yang pandai membuat anggotanya kompak. Tidak jarang masalah muncul dalam organisasi. Di dalam kelompok belajar terkadang juga dijumpai masalah. Misalnya saja ada dalam satu kelompok yang anggota-anggotanya salah paham atau tidak sependapat dengan anggota yang lain, maka peranan ketua kelompok ini sangat penting. Jangan sampai ketua kelompok membela salah satu anggota yang sedang bermasalah, tetapi sebaiknya ketua kelompok mampu menyatukan dan meredam pertikaian kelompok yang sedang bermasalah. Dalam organisasi juga terkadang ada yang kurang rajin atau malas. Mungkin karena minder, mungkin karena tidak mengerti, dan lain-lain. Peranan pemimpin sangat besar untuk memotivasi anggotanya yang masih belum mempunyai semangat dalam bekerja sama. Bukan berarti ini hanya menjadi tanggung jawab tumbuh untuk saling memberikan motivasi sesama anggota yang lain. Tenggang rasa atau tepo seliro adalah sikap seseorang menempatkan perasaannya pada perasaan orang lain. Konsep tenggang rasa ini seperti halnya konsep mencintai adalah merupakan perwujudan dari adanya saling mencintai sesama manusia, maka akan timbul keinginan untuk dapat mencintai orang lain sebagai mana mencintai dirinya sendiri, sampai akhirnya timbul keinginan untuk tenggang rasa, yaitu merasakan apa yang dialami oleh orang lain seolah-olah terjadi pula atas dirinya, sehingga dalam perbuatannya selalu diimbangi dengan penuh pengertian dengan dasar tidak buruk sangka. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang berkenaan dengan masalah kebebasan berorganisasi sekolah yang terdapat pada Standar Kompetensi, yaitu memahami kebebasan berorganisasi. Adapun Kompetensi Dasarnya yaitu yang pertama mendekripsikan pengertian organisasi, yang kedua menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat, dan yang ketiga adalah menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah.
Nilai moral keramahtamahan yang perlu ditekankan bagi generasi muda bangsa Indonesia, diantaranya : pertama lapang dada, maksudnya tidak lari dari masalah yang harus dipecahkan. Kedua berjiwa besar, maksudnya dalam menghadapi segala macam hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan yang dating baik dari dalam negeri maupun yang dating dari luarnegeri, bangsa Indonesia harus menghadapinya dengan berjiwa besar. Ketiga kekeluargaan, maksudnya segala macam masalah dapat dipecahkan melalui musyawarah. Keempat saling menghargai, maksudnya diantara sesame manusia harus saling menghargai satu sama lainnya. Kelima menghormati sesama, maksudnya manusia mempunyai hak dan kewajiban atas sikap saling menghormati dan setiap orang mempunyai hak untuk dihormati. Keenam suka menolong, maksudnya dalam memberikan pertolongan hendaknya tidak membeda-bedakan suku bangsa, ras, dan agama.
Fakta di lapangan, pemahaman siswa tentang pengertian organisasi sudah cukup baik, namun sikap yang mencerminkan berorganisasi siswa sangat memprihatinkan. Tidak mau bermusyawarah, mau menang sendiri dan selalu memaksakan kehendaknya sendiri, tidak mau melaksanakan hasil dari musyawarah, kurangnya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan hasil musyawarah, kurangnya rasa solidaritas diantara teman sekelas, bersikap emosional serta perilaku tidak menghargai orang lain. Kurangnya sikap sosial, lemahnya nilai-nilai demokrasi, serta perilaku berorganisasi yang tidak mencerminkan sikap demokratis di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik mengambil judul Hubungan pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.




B.        Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1.                  Apakah siswa mempunyai pemahaman tentang pengertian organisasi ?
2.                  Apakah kebebasan berorganisasi sudah sesuai dan dijalankan oleh siswa dengan baik ?
3.                  Adakah cara  meningkatkan perilaku siswa untuk menghargai teman?
4.                  Apakah terdapat hubungan antara pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman ?

C.        Pembatasan Masalah
Untuk mempermudah penelitian ini, maka tidak semua masalah akan diteliti, melainkan dibatasi pada ruang lingkup permasalahan “Hubungan pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2 Simeulue Barat. Pemahaman siswa tentang pengertian organisasi adalah suatu kemampuan untuk menterjemahkan, menafsirkan, dan membedakan yang meliputi mempunyai tujuan bersama, adanya pembagian tugas kelompok, serta adanya kerjasama diantara orang yang bekerja.
Perilaku menghargai teman adalah suatu tindakan dalam menghadapi suatu obyek, ide dan situasi atau nilai di dalam berperilaku yang meliputi mau berlapang dada, saling menghargai, menghormati sesama, serta suka menolong.

D.        Perumusan Masalah
Berdasarkan pembahasan masalah yang dikemukakan diatas, masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut “Apakah terdapat hubungan antara pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2 Simeulue Barat ?

E.        Manfaat Penelitian
1.                  Bagi Mahasiswa, merupakan sebagai bahan informasi dengan acuan untuk kelanjutan membuat skripsi.
2.                  Bagi sekolah agar menerapkan pengertian organisasi serta perilaku menghargai teman baik itu kepada kepala sekolah, guru, wali murid, dan para siswa.
3.                  Bagi siswa, agar terbiasa dalam melaksanakan kegiatan secara bersama-sama sehingga terjalin rasa persatuan dan kesatuan diantara teman-teman.

BAB II
LANDASAN TEORITIS, KERANGKA BERFIKIR
DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A.        Landasan Teoritis
1.         Hakekat Pemahaman Siswa Tentang Pengertian Berorganisasi
Menurut Teori Benjamin S. Bloom “pemahaman yaitu kemampuan menterjemahkan, menafsirkan, memperkirakan, memahami isi pokok, mengartikan tabel, dan sebagainya”. Kohler menyatakan “pemahaman merupakan bagian penting dalam pemecahan masalah karena pemecahan masalah dapat dilakukan setelah diperoleh pemahaman dari hubungan-hubungan dalam situasi”. E.F. Hutabarat menyatakan “pemahaman yaitu kemampuan untuk melihat hubungan yang relevan. Jadi apabila seseorang ingin memahami sesuatu, maka ia harus dapat menghubungkan sesuatu itu dengan apa yang diketahuinya”.Suharsimi Arikonto menyatakan bahwa dengan pemahaman, maka seseorang dapat membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. Lebih lanjut mengemukakan bahwa memahami dengan sesuatu, maka ia dapat mempertahankan, membedakan, menduga (estimatis), menerangkan, memperluas, menyimpulkan, menggeneralisasikan, memberikan contoh, menuliskan kembali, memperkirakan.
H. Koestoer Partowisastro menjelaskan arti pemahaman kedalam 4 (empat) pengertian, yaitu :
a.                   Pemahaman berarti melihat hubungan yang belum nyata pada pandangan pertama.
b.                  Pemahaman berarti mampu menerangkan dan menjelaskan sesuatu berarti perlu melukiskan tentang aspek-aspek, tingkatan, sudut pandangan-pandangan yang berbeda.
c.                   Pemahaman berarti memperkembangkan kesadaran-kesadaran akan faktor-faktor penting.
d.                  Pemahaman berarti berkemampuan membuat ramalan-ramalan yang beralasan mengenai tingkahlakunya.
Teori Kognitif (Cognitive Theories) yang dikembangkan oleh Kohler menyatakan pemahaman merupakan bagian penting dalam pemecahan masalah karena pemecahan masalah dapat dilakukan setelah diperoleh pemahaman dari hubungan-hubungan dalam situasi. Wingkel mendefinisikan bahwa belajar sebagai suatu mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap.Organisasi” sebenarnya berasal dari bhs Yunani, “organon” atau dalam bhs Latin, disebut “organum” yang artinya “alat, bagian, atau anggota badan”. Selanjutnya seiring berjalannya waktu, terjadilah perkembangan dalam pengertiannya. Dengan kata lain, (semakin banyak orang yang mengartikannya maka semakin banyak definisi dan semakin luas pula kata itu diartikan) Tapi dari sekian banyak definisi“organisasi”. Organisasi juga bisa dikatakan sekumpulan, individu, kelompok yang mempunyai tujuan, visi & misi tertentu untuk menampung/menyalurkan pikiran atau pendapat yang tidak sama (dengan kata lain berbeda). Di Indonesia, hak organisasi diatur oleh undang-undang. Hak berorganisasi secara tidak langsung tersirat dalam pancasila, sebagai sumber hukum Indonesia, dan tercantum dalam UUD 1945, terutama Pasal 28 E (Ayat 3). Dalam pasal tersebut dikatakan “bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. Pengertian umum organisasi adalah segenap proses kegiatan menata dan rnembagi pekerjaan yang akan dilakukan, mengelompokkan orang-orang yang akan mengerjakan pekerjaan tersebut, menetapkan wewenang dan tanggung jawab serta hubungan antar unit-unit dan individu sebagai pelaksana dari pekerjaan itu untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi tersebut. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Pengertian dan definisi organisasi menurut beberapa ahli, antara lain :
a)                  Rosenzweig, Organisasi dapat dipandang sebagai : Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok, Integrasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama, Orang-orang yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan bersama.
b)                  Matthias Aroef, Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya.
c)                  Pfiffner dan Sherwood, Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis.
d)                 Bakke, Organisasi merupakan  sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan.
e)                  Allen, Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan - hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
Definisi dan pengertian organisasi menurut para ahli, antara lain :
a.         Organisasi Menurut Stoner adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
b.         Organisasi Menurut James D. Mooney adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
c.         Organisasi Menurut Chester I. Bernard, yaitu organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Beberapa definisi tentang organisasi, antara lain :
a.                   Menurut Ernest Dale, organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
b.                  Menurut Cyril Soffer, organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
c.                   Menurut Kast & Rosenzweig, organisasi adalah sub sistem teknik, sub sistem struktural, sub sistem pshikososial dan sub sistem manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
d.                  Definisi umu,, organisasi adalah “Kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan”.
Teori klasik mendefinisikan “organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi, dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama”. Organisasi adalah wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan tujuanya, serta organisasi adalah wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri.
Organisasi memiliki beberapa unsur, antara lain:
a.                   Adanya tujuan, yaitu sesuatu yang ingin diwujudkan serta dicapai sehingga memunculkan adanya tugas, wewenang, dan tanggung jawab.
b.                  Adanya pembagian tugas sekelompok orang.
c.                   Adanya kerja sama di antara orang-orang yang bekerja.


Komponen penting organisasi meliputi :
1.                  Tujuan
Merupakan motivasi, misi, sasaran, maksud dan tujuan yang akan dicapai dalam rentang waktu tertentu, Tujuan berdasarkan rentang dan cakupanya dapat dibagi dalam beberapa karakteristik antara lain :
a.                   Tujuan Jangka panjang
b.                  Tujuan Jangka menengah dan
c.                   Tujuan Jangka pendek
d.                  Struktur
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan. Struktur Organisasi sangat penting untuk dapat dipahami oleh semua komponen dalam rangka menciptakan sistem kerja yang efektif dan efesien. Struktur organisasi merupakan deskripsi bagaimana organisasi membagi pekerjaan dan melaksanakan tugas atau pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi juga mengatur siapa yang melaksanakan tugas dan pekerjaan itu. Selain membagi dan mengatur tugas dan pekerjaan yang diemban oleh organisasi, struktur organisasi juga menggambarkan hubungan organisasi secara internal maupun eksternal.
2.                  Sistem
Setiap organisasi baik formal maupun informal, akan menganut suatu sistem yang mengatur bagaimana cara organisasi mencapai tujuannya. Untuk itulah setiap organisasi memiliki peraturan-peraturan yang merefleksikan kepentingan-kepentingan organisasi. Sistem pada organisasi itu dapat berupa anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan khusus, prosesdur dan peraturan lainnya.  Pada organisasi yang paling kecil, yaitu keluarga, pada dasarnya juga memiliki peraturan-peraturan  sekalipun tidak sekompleks peraturan pada organisasi besar.
Unsur-unsur Organisasi
1.         Manusia (Man), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
2.         Kerjasama, merupakan suatu perbuatan saling membantu atau gotong royong dalam melakukan sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
3.         Tujuan bersama, merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.
4.         Peralatan (Equipment), terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).
5.         Lingkungan (Environment), Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi termasuk dalam unsur lingkungan.
6.         Kekayaan Alam
7.         Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi.
Jadi dapat disintesiskan bahwa pemahaman siswa tentang kebebasan berorganisasi adalah suatu kemampuan untuk menterjemahkan, menafsirkan, dan membedakan yang meliputi mempunyai tujuan bersama, adanya pembagian tugas kelompok, serta adanya kerjasama diantara orang yang bekerja.
2.                  Hakekat Perilaku Menghargai Teman
Louis Thursthone, Rensis Likert dan Charles menyatakan bahwa “prilaku adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Prilaku seseorang terhadap suatu obyek perasaan mendukung atau memihak. Thourstone sendiri menyimpulkan “prilaku sebagai “Derajat Efek”, efek positif atau negatif terhadap suatu obyek psikologi”. Sedangkan Secord dan Backman mendefinisikan “prilaku ialah kelenturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (Kognisi), prodisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya”. Dalam konteks pendidikan, Benjamin S. Bloom mengungkapkan tiga kawasan (domain) perilaku individu beserta sub kawasan dari masing-masing kawasan, yakni : kawasan kognitif, kawasan afektif dan kawasan psikomotor. Taksonomi perilaku di atas menjadi rujukan penting dalam proses pendidikan, terutama kaitannya dengan usaha dan hasil pendidikan. Segenap usaha pendidikan seyogyanya diarahkan untuk terjadinya perubahan perilaku peserta didik secara menyeluruh, dengan mencakup semua kawasan perilaku. Bohar Soeharto merumuskan “perilaku sebagai proses hasil belajar. Dalam proses belajar itu terjadi interaksi antara individu dan dunia sekitarnya”.
 Sebagai hasil interaksi maka jawaban yang terlihat dari seseorang individu akan dipengaruhi oleh hal-hal atau kejadian-kejadian yang pernah dialami oleh individu tersebut maupun oleh situasi masa kini.
Macam-macam perilaku diantaranya :
a.                   Perilaku negatif yang nyata adalah perilaku yang bertentangan dengan aturan dan norma-norma yang berlaku dimana perilaku itu didasarkan atas desakan dari dalam, bukan karena pengaruh dari luar. Jadi perilaku ini merupakan perilaku murni, tidak dibuat-buat, sesuai dengan tabiat orang tersebut.
b.                  Perilaku positif yang nyata adalah perilaku yang didasarkan aturan-aturan atau norma-norma yang berlaku yang dilakukan atas dasar kesadaran dari orang yang bersangkutan, bukan karena takut hukuman atau sangsi dari organisasi.
c.                   Perilaku negatif yang diarahkan adalah perilaku yang bertentangan dengan aturan-aturan atau norma-norma yang berlaku dimana perilaku itu dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar lingkungan.
d.                  Perilaku positif yang diarahkan adalah perilaku yang tidak bertentangan dengan aturan-aturan atau norma-norma yang berlau di mana perilaku itu dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar, atau disebabkan oleh suatu motif tertentu.
Abdul Azis Wahab berpendapat “bahwa yang dikatakan dengan tenggang rasa atau tepo seliro adalah sikap seseorang menempatkan perasaannya pada perasaan orang lain”. Konsep tenggang rasa ini seperti halnya konsep mencintai adalah merupakan perwujudan dari adanya saling mencintai sesama manusia, maka akan timbul keinginan untuk dapat mencintai orang lain sebagai mana mencintai dirinya sendiri, sampai akhirnya timbul keinginan untuk tenggang rasa, yaitu merasakan apa yang dialami oleh orang lain seolah-olah terjadi pula atas dirinya, sehingga dalam perbuatannya selalu diimbangi dengan penuh pengertian dengan dasar tidak buruk sangka.
Toleransi adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas, misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum liberal maupun konservatif. Toleransi dalam kehidupan masyarakat untuk mewujudkan kerukunan dan ketenangan antar sesama suku, golongan, agama, dan lain-lain yang berbeda-beda, kita hendaknya menyadari bahwa kita merupakan satu bangsa yang hidup bersama-sama di tempat yang sama dan dengan tujuan nasional yang sama pula.


Sikap toleransi sangat perlu dikembangkan karena;
1.                  Karena kita sebagai makhluk sosial, tidak bisa lepas dari bantuan rang lain. Jadi sikap toleransi itu sangatlah perlu dilakukan, sebagai makhluk sosial yang memerlukan bantuan terlebih dahulu maka kitalah yang hendaknya terlebih dahulu mengembangkan sikap toleransi itu, sebelum orang lain yang bertoleransi kepada kita. Jadi jika kita memerlukan bantuan orang lain, maka dengan tidak ragu lagi orang itu pasti akan membantu kita, karena terlebih dahulu kita sudah membina hubungan baik dengan mereka yaitu saling bertoleransi.
2.                  Sikap toleransi akan menciptakan adanya kerukunan hidup. Jika dalam suatu masyarakat masing-masing individu tidak yakin bahwa sikap toleransi akan menciptakan adanya kerukunan, maka bisa dipastikan jika dalam masyarakat tersebut tidak akan tercipta kerukunan. Sikap toleransi dapat diartikan pula sebagai sikap saling menghargai, jika kita sudah saling menghargai otomatis akan tercipta kehudupan yang sejahtera.
Nilai moral keramahtamahan yang perlu ditekankan bagi generasi muda bangsa Indonesia, diantaranya ;
a.         Lapang dada, maksudnya tidak lari dari masalah yang harus dipecahkan.
b.         Berjiwa besar, maksudnya dalam menghadapi segala macam hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan yang dating baik dari dalam negeri maupun yang dating dari luarnegeri, bangsa Indonesia harus menghadapinya dengan berjiwa besar.
c.         Kekeluargaan, maksudnya segala macam masalah dapat dipecahkan melalui musyawarah.
d.         Saling menghargai, maksudnya diantara sesame manusia harus saling menghargai satu sama lainnya.
e.         Menghormati sesama, maksudnya manusia mempunyai hak dan kewajiban atas sikap saling menghormati dan setiap orang mempunyai hak untuk dihormati.
f.          Suka menolong, maksudnya dalam memberikan pertolongan hendaknya tidak membeda-bedakan suku bangsa, ras, dan agama.
  Dalam kesetiakawanan sosial terkandung nilai moral yang diperlukan diantaranya sebagai berikut :
1.         Tolong menolong, nilai moral ini tampak dalam kehidupan masyarakat, seperti tolong menolong sesame tetangga, sesama teman, dan lain-lain.
2.         Gotong royong, nilai moral ini masih banyak dilakukan di daerah pedesaan, seperti menggarap sawah dan membuat rumah.
3.         Kerja sama, nilai moral ini mencerminkan sikap mau bekerja sama dengan orang lain walaupun berbeda suku bangsa, ras, warna kulit, agama.
4.         Nilai kebersamaan, nilai moral ini ada karena adanya keterikatan diri dan kepentingan, kesetiaan diri dan sesama, saling membantu dan membela, misalnya menyumbang korban bencana alam.
Tenggang rasa mendukung harmonisnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Agar tenggang rasa membudaya dalam lingkungan kehidupan masyarakat, kita harus menjadikan tenggang rasa itu sebagai bagian dari kepribadian kita. Untuk itu, setiap orang harus mengembangkan sikap-sikap sebagai berikut :
a.         Berperasaan halus, tidak menyinggung perasaan orang lain
b.         Mau memahami sekaligus menghargai sikap dan pendirian orang lain
c.         Berani mengalah demi kebenaran
d.         Bertutur bahasa lembut dengan menggunakan kata-kata yang sopan
e.         Supel dan luwes dalam pergaulan
f.          Tahu bagaimana bersikap di hadapan yang lebih tua dan rekan sebaya
g.         Berusaha untuk selalu ramah dan rendah hati terhadap orang lain
h.         Membina toleransi beragama
i.          Menghindari perpecahan, bahkan sedapat mungkin melerainya untuk menciptakan kerukunan
j.          Menghargai kekhasan orang lain serta memberi kesempatan pada orang lain untuk mengungkapkan diri sesuai dengan kekhasannya (kepribadiannya)
k.         Mengkritik atau menegur kesalahan orang lain tanpa menyinggung perasaannya
l.          Menghindari tindakan melecehkan orang lain
m.        Mampu menyesuaikan diri dengan suasana hati atau perasaan orang lain (apakah sedang senang, sedih, apakah dalam situasi serius atau santai)
n.         Membuka diri kepada siapa saja, tanpa membedakan asal-usul, jenis kelamin, dan keturunan.
Dari teori-teori yang dikembangkan diatas maka disintesiskan bahwa perilaku menghargai teman adalah suatu tindakan dalam menghadapi suatu obyek, ide dan situasi atau nilai di dalam berperilaku yang meliputi tolong menolong, gotong royong, kerja sama, serta nilai kebersamaan.

B.        Kerangka Berpikir
Pendidikan adalah suatu proses, bersama proses itu anak bertumbuh dan berkembang dalam belajar. Pendidik dengan sengaja mempengaruhi arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan diterima dan berlaku dalam masyarakat. Kuat lemahnya pengaruh itu sangat bergantung pada tata tertib yang ditetapkan dan dicontohkan oleh guru. Organisasi merupakan suatu perkumpulan yang anggotanya terdiri atas beberapa orang untuk melakukan kerja sama dalam upaya mencapai tujuan bersama. Jadi, organisasi adalah tempat berkumpulnya orang-orang demi tujuan tertentu. Orgnisasi terbentuk bila dua orang atau lebih maupun sekelompok orang yang bekerja sama dan menjalankan suatu pekerjaan atau kegiatan demi mencapai tujuan yang sama pula. Dalam suatu organisasi terdapat pembagian tugas. Pembagian tugas yang dilakukan harus disesuaikan dengan kemampuan setiap individu. Untuk memotivasi siswa agar dapat memahami, mengerti tentangkebebasan berorganisasi serta perilaku menghargai teman maka diberikan pelajaran PKn, budi pekerti dan agama yang berhubungan dengan nilai-nilai norma yang ada baik di sekolah maupun di masyarakat. Dengan pelajaran tersebut akan membantu meningkatkan pengetahuan siswa tentang kebebasan berorganisasi dengan perilaku menghargai teman. Dasar yang diajarkan atau diberikan di sekolah harus kuat berkualitas agar siswa dapat menerima pelajaran dengan baik dan benar. Konsep menghargai teman ini seperti halnya konsep mencintai adalah merupakan perwujudan dari adanya saling mencintai sesama manusia, makaakan timbul keinginan untuk dapat mencintai orang lain sebagai mana mencintai dirinya sendiri, sampai akhirnya timbul keinginan untuk tenggang rasa, yaitu merasakan apa yang di alami oleh orang lain seolah-olah terjadi pula atas dirinya, sehingga dalam perbuatannya selalu diimbangi dengan penuh pengertian dengan sadar tidak buruk sangka.
Pemahaman siswa tentang pengertian organisasi adalah suatu perkumpulan yang anggotanya mempunyai tujuan bersama, adanya pembagian tugas kelompok, serta adanya kerjasama diantara orang yang bekerja.Perilaku menghargai teman adalah suatu tindakan dalam menghadapi suatu obyek, ide dan situasi atau nilai di dalam berperilaku yang meliputi tolong menolong, gotong royong, kerja sama, serta nilai kebersamaan. Semakin baik pemahaman siswa tentang pengertian organisasi, maka akan semakin baik pula perilaku menghargai teman atau sebaliknya semakim buruk pemahaman siswa tentang pengertian organisasi maka akan semakin buruk pula perilaku menghargai teman. Sehingga diduga terdapat hubungan antara pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
C.  Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian teoritis dan kerangkan berpikir di atas, maka penulis mengajukan hipotesis “Terdapat hubungan positif antara pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.                Tujuan Penelitian
Adapun pembuatan skripsi ini bertujuan ingin mengetahui dan mendapatkan data empiris mengenai adanya pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
B.                 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini diadakan di SMA Negeri 2 Simeulue Barat, adapun waktu penelitian terhitung setelah seminar proposal.
C.                Metode Penelitian
Berdasarkan variabel yang diteliti, masalah yang dirumuskan dan dihipotesis yang diajukan, maka penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi untuk melihat hubungan dua variabel.
D.                Populasi Dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa seluruh siswa SMA Negeri 2 Simeulue Barat yang berjumlah 386 siswa. Sedangkan sampel diambil dari kelas V yang terdiri dari 2 kelas yang berjumlah 60 siswa, kelas A berjumlah 30 siswa untuk dijadikan sampel, sedangkan kelas B berjumlah 30 siswa untuk dijadikan penelitian. Adapun alasan pengambilan sampel di kelas V karena mereka sudah diajarkan cara berorganisasi dikelas.
E.                 Instrumen Penelitian
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pemahaman siswa tentang pengertian organisasi merupakan variabel bebas menggunakan tes, yaitu tes pilihan ganda (a, b, c, dan d) dengan kategori nilai 1 untuk jawaban yang benar dan nilai 0 untuk jawaban yang salah. Sedangkan untuk memperoleh data mengenai perilaku menghargai teman yang merupakan variabel terikat menggunakan angket memakai skala prilaku, pada skala ini alternatif jawaban adalah selalu (Sl) skor 3, kadang-kadang (KK) skor 2, tidak pernah (TP) skor 1, untuk pertanyaan positif dan untuk pertanyaan negatif adalah sebaliknya. Dalam pengisian angket responden hanya menuliskan tanda ceklis (√) dan untuk mengisi tes pilihan ganda, responden hanya memberikan tanda silang (X), pada jawaban yang telah tersedia. Jumlah butir soal untuk variabel bebas sebanyak 30 pertanyaan, sedangkan untuk variabel terikat sebanyak 30 pernyataan. Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji coba, untuk mengetahui validitas dan reliabilitas hasil pengukurannya, sehingga memenuhi syarat untuk digunakan dalam penelitian.
F.                    Teknik Analisis Data
Bertitik tolak dari bentuk data hubungan pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di kelompokkan dan ditabulasikan sesuai dengan fungsinya, yaitu : untuk data X pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dan data Y adalah perilaku menghargai teman. Untuk data X dan Y menggunakan rumus korelasi product moment “r”, yaitu sebagai berikut :

rXY     =  n . ∑XY  -  (∑X) (∑Y)
  n . ∑X2 – (∑X)2    n. ∑Y2 – (∑Y)2     
Keterangan :
rXY     =  Koefisien Korelasi Product Moment
∑X      = Jumlah Skor Dalam Sebaran X
∑Y      = Jumlah Skor Dalam Sebaran Y
∑X2    = Jumlah Kuadrat Skor Yang Dikuadratkan Dalam Sebaran X
∑Y2    = Jumlah Kuadrat Skor Yang Dikuadratkan Dalam Sebaran Y
∑XY   = Jumlah Hasil Kali Dari Sebaran X Dan Sebaran Y
N         = Jumlah Sampel








DAFTAR PUSTAKA

Abdulkarim. Aim, Memahami Ppkn 2, Bandung, Ganeca Exact, 2000
Arikunto. Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta, Bumi Angkasa, 2007
Azwar. Saifudin, Sikap Manusia, Yogyakarta, Pustaka Pelajar Offest, 1998
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Jakarta, Proyek Pengembangan Perpustakaan, 1986
Dimyati Dan Mudjiono, Belajar Dan Pembelajaran, Jakarta, Reneka Cipta, 2002
Hutabara. E.F, Cara Belajar, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1989
Partowisastro. H. Koestoer, Dinamika Dalam Psikologi Pendidikan Jilid 1, Jakarta, Erlangga, 1983
Surya. Muhamad, Psikologi Pendidikan, Bandung, Pembangunan Jaya, 1992
Tim Eska Media, Edisi Lengkap UUD 1945 Hasil Dan Proses Amandemen Pertama – Keempat, Jakarta, Eska Media, Tt
Tu’u. Tulus, Peranan Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa, Jakarta, Grasindo, 2004
Wahab. Abdul Azis, Dkk, Pendidikan Pancasila 2, Jakarta, Depdikbud, 1996
Wingkel. W.S, Psikologi Pengajaran, Jakarta, Gramedia, 1995
Http://Brisingrraudhr.Blogspot.Com/2011/02/Ringkasan-Metode-Dan-Organisasi.Html
Http://Carapedia.Com/Pengertian Definisi Organisasi Menurut Para Ahli_Info484.Html
Http://Evulee.Wordpress.Com/2010/10/12/Teori-Organisasi/
Http://Hmti.Wordpress.Com/2008/02/22/Definisi-Dan-Pengertian-Organisasi/
Http://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Taksonomi_Bloom.
Http://S_Tiwi.Staff.Gunadarma.Ac.Id/Downloads/Files/17350/MINGGU_3.Doc.
Http://Ucupbngt.Blogspot.Com/2011/04/Kebebasan-Berorganisasi.Html
Abdul Azis Wahab, Dkk, Pendidikan Pancasila 2, (Jakarta, Depdikbud, 1996), H. 70
Dimyati Dan Mudjiono, Belajar Dan Pembelajaran, (Jakarta, Reneka Cipta, 2002), H. 28

contoh prposal nelayan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DI DESA LAMAMEK KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE (Penelitia...