FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DI DESA LAMAMEK KECAMATAN SIMEULUE
BARAT KABUPATEN SIMEULUE
(Penelitian
Ini Diadakan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat)
PROPOSAL
SKRIPSI
Oleh
DIDI IRAWAN
15111003
![]() |
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
ABULYATAMA
ACEH
BESAR
2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadiran ALLAH SWT yang telah memberikan kekuatan, kesempatan,dan
kasih sayang yang dicurahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang
berupa proposal. Yang mana diharapkan dapat memberikan manfaat dan dapat
mendukung perkembangan pembelajaran mengenai “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Tingkat Pendapatan Nelayan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten
Simeulue” yang di ampuh oleh Bapak Drs. Usman, M.Si yang mana telah
diselesaikan tepat pada waktunya.
Harapan
penulis, semoga makalah ini memberikan manfaat yang berarti bagi pembaca pada
umumnya dan bagi penyusun pada khususnya. Tiada gading yang tak retak, kritik
yang membangun sang penulis harapkan untuk kebaikan di kemudian hari.
Aceh Besar, 03
Juli 2018
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Indonesia adalah negara
kepulauan yang memiliki banyak potensi sumber daya alam. Salah satu sumber daya alamnya yang
melimpah adalah sektor kelautan dan perikanan. Pengelolaan secara tepat dan
konsisten terhadap potensi sumberdaya pesisir, laut, dan pulau pulau kecil yang
kita miliki akan mampu memberikan kesejahteraan sosial pada masyarakat
Indonesia, khususnya masyarakat di kawasan pesisir. Potensi sumberdaya kemaritiman
nasional tersebut merupakan basis untuk mengembangkan beragam aktivitas
ekonomi, sehingga kawasan pesisir merupakan salah satu kawasan yang potensial
untuk menunjang keberlanjutan pembangunan nasional.
Salah
satu tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Peningkatan kesejahteraan penduduk dapat dimungkinkan apabila pendapatan
penduduk mengalami kenaikan yang cukup tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan
dasar untuk kehidupannya. Hal ini dapat diartikan bahwa kebutuhan pangan,
sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, keamanan dan sebagainya tersedia dan
mudah di jangkau setiap penduduk sehingga pada gilirannya penduduk yang miskin
semakin sedikit jumlahnya.
Perikanan
merupakan salah satu bidang yang diharapkan mampu menjadi penopang peningkatan
kesejahteraan rakyat Indonesia. Subsektor perikanan dapat berperan dalam
pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi
sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah dan keragamannya. Sumber daya perikanan
sebenarnya secara potensial dapat di manfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup
dan kesejahteraan nelayan, namun pada kenyataannya masih cukup banyak nelayan
belum dapat meningkatkan hasil tagkapannya, sehingga tingkat pendapatan nelayan
tidak meningkat. Masyarakat nelayan adalah masyarakat yang hidup, tumbuh, dan
berkembang di kawasan pesisir, yakni suatu kawasan transisi antara wilayah
darat dan laut. Sebagai suatu sistem, masyarakat nelayan terdiri atas kategori-kategori
sosial yang membentuk kesatuan sosial.
Mereka
juga memiliki sistem nilai dan simbol-simbol kebudayaan sebagai referensi
perilaku mereka sehari-hari. Faktor kebudayaan ini menjadi pembeda masyarakat
nelayan dari kelompok sosial lainnya Dari uraian tersebut maka penulis tertarik
melakukan penelitian tentang factor faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan
nelayan di desa lamamek kecamatan simeulue barat kabupaten simeulue.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di
atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.
Bagaimana biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur
nelayan, dan pengalaman melaut berpengaruh terhadap pendapatan nelayan Di Desa
Lmamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue ?
C.
Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan yang
ingin dicapai sehubungan dengan penulisan ini adalah:
1.
Untuk mengetahui pengaruh biaya
bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaman melaut terhadap
Pendapatan Nelayan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat
D.
Manfaat
penelitian
Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
1.
Hasil penelitian ini diharapkan
dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pihak lain, dalam upaya mencari pendekatan dan
strategi terbaik dalam melakukanupaya pendapatan nelayaan di Indonesia
BAB
II
TINJAUAN
TEORITIS
A.
Grand
Teori
1.
Fungsi
Produksi
Produksi dapat
didefinisikan sebagai hasil dari suatu proses atau aktivitas ekonomi dengan
memanfaatkan beberapa masukan input. Dengan demikian, kegiatan produksi
tersebut adalah mengombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output. Produksi
mempunyai ragam batasan dari ahli. Produksi dapat diartikan yaitu menghasilkan
sejumlah output produksi adalah hasil yang diperoleh sebagai akibat dari bekerjanya
faktor-faktor produksi. Yang termasuk dalam produksi ini adalah tanah, modal,
dan tenaga kerja.
Produksi
merupakan hasil akhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan
beberapa masukan atau input. Produksi atau memproduksi menambah kegunaan suatu
barang. Kegunaan suatu barang akan bertambah bila memberikan manfaat baru atau
lebih dari bentuk semula. Produksi merupakan suatu gambaran yang menunjukkan
adanya hubungan antara tingkat produksi suatu barang dan jasa dengan jumlah
faktor-faktor produksi.
Gusti
Ngurah Agung, N. Haidy A. Pasay, Sugiharso, Teori Ekonomi Mikro Suatu Analisis
Produksi Terapan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada), h.9 2Mubiyanto,
Pengantar Ekonomi Pertanian (Jakarta: LP3ES), h.90. yang digunakan untuk
menghasilkan barang tersebut. Lebih lanjut dijelaskan bahwa fungsi produksi
adalah hubungan fisik antara masukan dengan keluaran produksi. Dalam teori
ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi
produksi. Fungsi produksi adalah fungsi atau persamaan yang menunjukkan
hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor produksi yang dipergunakan
dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu tanpa memerhatikan harga,
baik harga faktor produksi.
2.
Fungsi
Pendapatan
Pendapatan yaitu
sebagai nilai seluruh barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diprodusikan dalam
satu tahun tertentu. Pengertian ini mengandung makna bahwa untuk memperoleh
pendapatan, terlebih dahulu melakukan suatu proses kegiatan diantaranya dengan
cara memproduksi barang dan jasa. Pendapatan diperoleh sebagai hasil dari
proses memproduksi, jadi yang dimaksud disini adalah balas jasa buruh, balas
jasa karena pemikiran seperti bunga atas modal dan sewa atau barang-barang
modal serta balas jasa atas keahlian.
Faktor-faktor produksi dibedakan menjadi 4 golongan:
a)
Tanah
b)
Tenaga Kerja
c)
Modal
d)
Dan Keahlian Keusahawanan
Apabila faktor-faktor
produksi itu digunakan untuk mewujudkan barang dan jasa akan diperoleh berbagai
jenis pendapatan. Soekartawi menjelaskan pendapatan akan mempengaruhi banyaknya
barang yang dikonsumsikan, bahwa seringkali dijumpai dengan bertambahnya
pendapatan, maka barang yang dikonsumsi bukan saja bertambah, tapi juga
kualitas barang tersebut ikut menjadi perhatian. Misalnya sebelum adanya
penambahan pendapatan beras yang dikonsumsikan adalah kualitas yang kurang
baik, akan tetapi setelah adanya penambahan pendapatan maka konsumsi beras menjadi
kualitas yang lebih baik.
B.
Nelayan
Masyarakat nelayan adalah
masyarakat yang menggantungkan kebutuhan hidupnya dilaut. Mereka bermata pencaharian
dengan memanen hasil laut, seperti: ikan, taripang, atau lainnya. Untuk
kegiatan itu, mereka menggunakan berbagai cara. Nelayan adalah suatu kelompok
masyarakat yang kehidupannya tergantung langsung pada hasil laut, baik dengan
cara melakukan penangkapan ataupun budi daya. Mereka pada umumnya tinggal di
pinggir pantai, sebuah lingkungan pemukiman yang tinnggal di dekat pantai.
Ciri komunitas nelayan dapat dilihat dari berbagai
segi, sebagai berikut:
a)
Dari segi mata pencaharian, nelayan
adalah mereka yang segala aktivitasnya berkaitan dengan lingkungan laut dan
pesisir, atau mereka yang menjadikan perikanan sebagai mata pencaharian mereka.
b)
Dari segi cara hidup, komunitas nelayan
adalah komunitas gotong royong dan tolong menolong terasa sangat penting pada
saat untuk mengatasi keadaan yang menuntut pengeluaran biaya besar dan
pengeluaran tenaga yang banyak, seperti saat berlayar, membangun rumah atau tanggul
penahan gelombang di sekitar desa.
c)
Dari segi keterampilan, meskipun
pekerjaan nelayan adalah pekerjaan yang berat namun pada umumnya mereka hanya
memiliki keterampilan sederhana. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai nelayan
adalah profesi yang diturunkan oleh orang tua, bukan yang dipelajari secara
profesional.
Struktur mata
pencaharian masyarakat nelayan dapat ditinjau menjadi tiga sudut pandang,
yaitu:
1)
Penguasaan alat alat produksi
2)
Skala investasi modal
3)
Tekhnologi peralatan tangkap yang
digunakan untuk menangkap ikan
C.
Kerangka
Berpikir
Berdasarkan pada uraian
sebelumnya, maka kerangka pemikiran peneliti dalam penelitian ini adalah pendapatan
nelayan Di Desa Lamamek yang dipengaruhi oleh biaya bahan bakar minyak, lama
melaut, umur nelayan, dan penglaman melaut.
D.
Hipotesis
Dari rumusan masalah yang diuraikan diatas maka
hipotesis atau jawaban sementara dari penelitian ini adalah:
1.
Biaya bahan bakar minyak, lama melaut,
umur nelayan dan pengalaman melaut secara bersama-sama berpengaruh terhadap
pendapatan nelayan di desa lamamek kecamata simeulue barat kabupaten simeulue.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
A.
Jenis
Penelitian
Jenis penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kuantitatif, dengan
pendekatan eksplanatori yakni penelitian yang menjelaskan hubungan kausal
antara variabel-variabel yang mempengaruhi hipotesis. Pada penelitian ini
minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan dan penelitian ini berfungsi
menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu gejala. Oleh karena itu dalam
penelitian ini nantinya akan dijelaskan mengenai adanya hubungan interaktif atau
timbal balik antara variabel yang akan diteliti dan sejauh mana hubungan tersebut
saling mempengaruhi. Alasan utama pemilihan jenis penelitian eksplanatori ini
untuk menguji hipotesis yang diajukan agar dapat menjelaskan pengaruh variabel bebas
(biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaan nelayan) terhadap
variabel terikat (pendapatan nelayan perahu motor tempel) baik secara parsial
maupun simultan yang ada dalam hipotesis tersebut.
B.
Lokasi
dan Waktu Penelitian
1.
Lokasi Penelitian
Penelitian ini
dilakukan di wilayah Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang
daerahnya berada di pinggir pantai, sehingga sebagian besar penduduk yang
tinggal di daerah tersebut bekerja sebagai nelayan.
2.
Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian
ini dilaksanakan kurang lebih 2 bulan, yaitu dari bulan Februari sampai pada
bulan April.
C.
Populasi
dan sampel
1.
Populasi
Populasi dapat di
definisikan dengan beberapa cara sebagai berikut:
a.
Suatu himpunan individu dengan
sifat-sifat yang ditentukan atau dipilih oleh si peneliti sedemikian rupa
sehingga setiap individu dapat dinyatakan dengan tepat apakah individu tersebut
menjadi anggota populasi atau tidak.
b.
Berkaitan dengan data, baik data
kuantitatif maupun kualitatif, maka populasi dapat didefinisikan sebagai
himpunan semua data yang mungkin diobservasi atau dicacah/ dicatat oleh seorang
peneliti. Dengan kata lain, populasi adalah himpunan semua individu yang dapat
(atau yang mungkin akan) memberikan data dan informasi untuk suatu penelitian.
Dari definisi tersebut
dapat di tarik kesimpulan bahwa jumlah keseluruhan objek yang akan diteliti.
Dalam hal ini populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh
anggota masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan yang ada di Desa
Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang berjumlah 402 orang.
2.
Sampel
Sampel merupakan suatu
himpunan bagian (sub set) dari sebuah populasi tertentu. Sampel dapat didefinisikan
sebagai berikut:
a.
Himpunan individu yang jumlahnya
terbatas atau sangat terbatas yang terpilih atau dipilih dari populasi individu
tertentu.
b.
Berkaitan dengan variabel, maka sampel
dapat didefinisikan sebagai himpunan variabel yang jumlahnya terbatas atau
sangat terbatas yang terpilih atau dipilih dari populasi variabel tertentu.
c.
Berkaitan dengan data, baik data
kuantitatif maupun data kualitatif, maka sampel dapat didefinisikan sebagai himpunan
nilai/skor/ukuran yang tercatat atau diobservasi berkaitan dengan peristiwa
atau fakta yang telah terjadi.
d.
Sampel dalam penelitian ini adalah nelayan
yang berada di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat.
Tekhnik pengambilan
sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan metode
Simple Random Sampling atau dikatakan sampel acak sederhana karena pengambilan
anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata
yang ada dalam populasi para nelayan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan
pengambilan random adalah bahwa semua populasi memiliki kesempatan yang sama
untuk siambil sebagai sampel, berdasarkan tempat lokasi, siapapun, dimanapun,
serta kapan saja ketika ditemui yang kemudian dijadikan sebagai responden dalam
penelitian ini.
D.
Jenis
dan Sumber Data
Jenis dan sumber data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Data Primer, yaitu data yang bersumber
dari wawancara langsung kepada nelayan dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner)
untuk mengetahui tingkat pendapatan nelayan di Desa Lamamek Kecamatan Sieulue
Barat
Data primer yang dikumpul meliputi: pendapatan
nelayan perbulan, biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan,
pengalaman melaut serta data lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
2.
Data Sekunder, yaitu data yang bersumber
dari literatur-literatur dari
instansiinstansi yang terkait (BPS, Kantor Desa Lamamek , dan lain-lain), bahan
dokumentasi serta artikel-artikel yang dibuat oleh pihak ketiga dan mempunyai
relevansi dengan penelitian ini. Data Sekunder yang dikumpul meliputi: Produksi
Perikanan Tangkap menurut Kecamatan dan Subsektor di Kabupaten Simeulue ,
Gambaran umum penelitian, jumlah nelayan yang ada di Desa Lamamek , serta data
lain yang terkait dengan penelitian ini.
E.
Metode
Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam
penelitian ini, yaitu:
1.
Wawancara, yaitu metode untuk
mendapatkan data dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan secara langsung
kepada pihak yang bersangkutan guna mendapatkan data dan keterangan yang
menunjang analisis dalam penelitian.
2.
Kuisioner, yaitu tekhnik pengumpulan
data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan dan pernyataan
tertulis kepada responden.
3.
Observasi, yaitu metode pengumpulan data
dengan cara melakukan pengamatan langsung pada objek yang diteliti dengan
tujuan untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai masalah faktor-faktor
yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten
Simeulue.
4.
Dokumentasi, yaitu suatu metode
pengumpulan data dengan cara membuka dokumen-dokumen atau catatan yang
berhubungan dengan masalah faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan
di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.
F.
Teknik
Analisis Data
Dalam analisis ini,
digunakan tekhnik analisis asosiatif, yaitu dengan terhadap ada tidaknya
hubungan secara signifikan antara biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur
nelayan, dan pengalaman melaut terhadap pendapatan nelayan.
DAFTAR
PUSTAKA
Addini, Ikhtaroma.
Praktek Sosial Nelayan Sebelum Melaut di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran
Kabupaten Lamongan.
Jurnal. Fakultas Ilmu
Sosial dan Hukum, Volume 04 Nomor 03, 2016. Al Arif, M. Nur Rianto, Euis
Amalia.
Teori Mikroekonomi
Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Jakarta: Kencana,
2010.
Anggia Rahmi Tiara, Tri
Wiji Nurani, Prihatin Ika Wahyuningrum, Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil di
Sedang, Provinsi Istimewa Yogyakarta, Jurnal “Amanisal” PSP FPIK Unpatti-
Ambon, 2013. Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan.
Kabupaten Takalar Dalam
Angka, 2016. Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. Kecamatan Galesong Utara
Dalam Angka 2016.
Imron, Masyuri.
Kemiskinan Dalam Masyarakat Nelayan, Jurnal. Jakarta: PMB-UPI, 2003. Jamal, Bahrul.
Analisis Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan (Study Nelayan Desa Klampis Kebupaten
Bangkalan). Jurnal Universitas Brawijaya Malang.
Kusnadi, Filosofi
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Bandung: Humaniora, 2006. Kusnadi, Keberdayaan
Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Yogyakarta: 2009.
Karra, Muslimin.
Statistik Ekonomi. Cet.1; Makassar: Alauddin University Press, 2013.
Mankiw, Grogory. Makro
Ekonomi Edisi Keenam. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 2006.
Masyhuri, Ekonomi
Mikro. UIN Malang Press, 2007. Mubiyanto, Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta:
LP3ES. Mulyadi, Ekonomi Kelautan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007.
Ngurah Agung, I Gusti. N. Haidy A. Pasay,
Sugiharto, Teori Mikro Suatu Analisis Produksi Terapan. Jakarta: PT. Raja
Garafindo Persada.
Ngurah Agung, I Gusti.
Statistika Penerapan Metode Analisis untuk Tabulasi Sempurna dan Tak Sempurna
dengan SPSS. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.
Perdana Gumilang, Andi.
Tingkat Pendapatan Usaha Penangkapan Ikan Akibat Kenaikan Harga BBM Pada
Nelayan Payang Di Ppi Bandengan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Skripsi:
Institut Pertanian Bogor, 2010.
Prakoso, Jati. Peranan Tenaga Kerja, Modal,
dan Tekhnologi Terhadap Pendapatan Masyarakat Nelayan Di Desa Asemdayong Kecamatan
Taman Kabupaten Pamalang.
Skripsi Universitas
Negeri Malang, 2013. Prawirokusumo, Soeharto. Ilmu Usaha Tani, Edisi I. Cet I;
Yogyakarta: BPFEYogyakarta, 1990.
Sri Eko Wiyono,
Pengaruh Lama Melaut dan Jumlah Hauling terhadap Hasil Tangkapan Ikan pada
Perikanan Gillnet Skala Kecil di Pekalongan Jawa Tengah.
Jurnal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
IPB, Vol. 3 No. 1, 2012 Siti Andini Ladamay, Ode
Analisis Pengaruh Harga
BBM Terhadap Pendapatan Masyarakat
Nelayan Pesisir:
Sebuah Pendekatan Model
Berbasis Sistem Dinamik, Jurnal. Soekartawi, Faktor Produksi Dalam Menghasilkan
Barang dan Jasa. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2002.
Soekartawi, Faktor-faktor Produksi. Jakarta,
Salemba Empat.
Soekartawi, Ilmu Usaha Tani dan Penelitian
untuk Pengembanagan Usaha Kecil. Jakarta: UI Press, 1981.
Soesatyo, Yoyok. Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja
dan Modal Terhadap Hasil Produksi Industri Kecil Sepatu dan Sandal Di Desa
Sambiroto Kecamatan Sooka Kabupaten Mojokerto.
Jurnal. Prodi Pendidikan Ekonomi, Fakultas
Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya. Sugiyono, Metode Penelitian
Kombnasi.Bandung: Alfa Beta, 2012.
Sukirno, Sadono.
Ekonomi Pembangunan, Proses, Masalah, dan Dasar Kebijaksanaan. Jakarta: Bina
Grafika, 2009. Sukirno, Sadono.
Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada, 2012.
Syamsuddin, Rajuddin.
Sektor Perikanan Kawasan Timur Indonesia (KTI): potensi, permasalahan, dan prospek.
Jakarta: PT. Perca, 2010.
Wibowo, Sukarno. Dedi
Supriadi, Ekonomi Mikro Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2013. Winardi,
Ekonomi Selayang Panjang. Rineka Cipta Bandung, 2010.
Winardi, Pengantar Ilmu
Ekonomi. Bandung: PT. Tarsito, 1988. Yofratha Jehau, Handrianus. Analisis
Tekhnik, Biologis, dan Ekonomi Pengembangan Usaha Perikanan Purse Seine Di
Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.
Skripsi Universitas
Hasanuddin, 2009. Yusuf Agunggunanto, Edy. Analisis Kemiskinan dan Pendapatan
Keluarga Nelayan Kasus Di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, Jawa Tengah,
Indonesia. Jurnal Fakulatas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang,
2011
