Rabu, 18 Juli 2018

contoh prposal nelayan





FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DI DESA LAMAMEK KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE

(Penelitian Ini Diadakan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat)


PROPOSAL SKRIPSI

Oleh

DIDI IRAWAN
15111003

Description: Description: UNAYA
 









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ABULYATAMA
ACEH BESAR
2018











KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran ALLAH SWT yang telah memberikan kekuatan, kesempatan,dan kasih sayang yang dicurahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas yang berupa proposal. Yang mana diharapkan dapat memberikan manfaat dan dapat mendukung perkembangan pembelajaran mengenai “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue” yang di ampuh oleh Bapak Drs. Usman, M.Si yang mana telah diselesaikan tepat pada waktunya.
Harapan penulis, semoga makalah ini memberikan manfaat yang berarti bagi pembaca pada umumnya dan bagi penyusun pada khususnya. Tiada gading yang tak retak, kritik yang membangun sang penulis harapkan untuk kebaikan di kemudian hari.



Aceh Besar, 03 Juli 2018

Penyusun











BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak potensi sumber daya  alam. Salah satu sumber daya alamnya yang melimpah adalah sektor kelautan dan perikanan. Pengelolaan secara tepat dan konsisten terhadap potensi sumberdaya pesisir, laut, dan pulau pulau kecil yang kita miliki akan mampu memberikan kesejahteraan sosial pada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di kawasan pesisir. Potensi sumberdaya kemaritiman nasional tersebut merupakan basis untuk mengembangkan beragam aktivitas ekonomi, sehingga kawasan pesisir merupakan salah satu kawasan yang potensial untuk menunjang keberlanjutan pembangunan nasional.
Salah satu tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Peningkatan kesejahteraan penduduk dapat dimungkinkan apabila pendapatan penduduk mengalami kenaikan yang cukup tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasar untuk kehidupannya. Hal ini dapat diartikan bahwa kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, keamanan dan sebagainya tersedia dan mudah di jangkau setiap penduduk sehingga pada gilirannya penduduk yang miskin semakin sedikit jumlahnya.
Perikanan merupakan salah satu bidang yang diharapkan mampu menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Subsektor perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa Indonesia karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah dan keragamannya. Sumber daya perikanan sebenarnya secara potensial dapat di manfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan, namun pada kenyataannya masih cukup banyak nelayan belum dapat meningkatkan hasil tagkapannya, sehingga tingkat pendapatan nelayan tidak meningkat. Masyarakat nelayan adalah masyarakat yang hidup, tumbuh, dan berkembang di kawasan pesisir, yakni suatu kawasan transisi antara wilayah darat dan laut. Sebagai suatu sistem, masyarakat nelayan terdiri atas kategori-kategori sosial yang membentuk kesatuan sosial.
Mereka juga memiliki sistem nilai dan simbol-simbol kebudayaan sebagai referensi perilaku mereka sehari-hari. Faktor kebudayaan ini menjadi pembeda masyarakat nelayan dari kelompok sosial lainnya Dari uraian tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang factor faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan nelayan di desa lamamek kecamatan simeulue barat kabupaten simeulue.


B.                 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.                  Bagaimana  biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaman melaut berpengaruh terhadap pendapatan nelayan Di Desa Lmamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue ?

C.                Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai sehubungan dengan penulisan ini adalah:
1.                  Untuk mengetahui pengaruh biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaman melaut terhadap Pendapatan Nelayan Di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat

D.                Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
1.                  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pihak  lain, dalam upaya mencari pendekatan dan strategi terbaik dalam melakukanupaya pendapatan nelayaan di Indonesia


BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A.                Grand Teori

1.                  Fungsi Produksi
Produksi dapat didefinisikan sebagai hasil dari suatu proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan input. Dengan demikian, kegiatan produksi tersebut adalah mengombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output. Produksi mempunyai ragam batasan dari ahli. Produksi dapat diartikan yaitu menghasilkan sejumlah output produksi adalah hasil yang diperoleh sebagai akibat dari bekerjanya faktor-faktor produksi. Yang termasuk dalam produksi ini adalah tanah, modal, dan tenaga kerja.
Produksi merupakan hasil akhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan atau input. Produksi atau memproduksi menambah kegunaan suatu barang. Kegunaan suatu barang akan bertambah bila memberikan manfaat baru atau lebih dari bentuk semula. Produksi merupakan suatu gambaran yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat produksi suatu barang dan jasa dengan jumlah faktor-faktor produksi.
Gusti Ngurah Agung, N. Haidy A. Pasay, Sugiharso, Teori Ekonomi Mikro Suatu Analisis Produksi Terapan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada), h.9 2Mubiyanto, Pengantar Ekonomi Pertanian (Jakarta: LP3ES), h.90. yang digunakan untuk menghasilkan barang tersebut. Lebih lanjut dijelaskan bahwa fungsi produksi adalah hubungan fisik antara masukan dengan keluaran produksi. Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu tanpa memerhatikan harga, baik harga faktor produksi.
2.                  Fungsi Pendapatan
Pendapatan yaitu sebagai nilai seluruh barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diprodusikan dalam satu tahun tertentu. Pengertian ini mengandung makna bahwa untuk memperoleh pendapatan, terlebih dahulu melakukan suatu proses kegiatan diantaranya dengan cara memproduksi barang dan jasa. Pendapatan diperoleh sebagai hasil dari proses memproduksi, jadi yang dimaksud disini adalah balas jasa buruh, balas jasa karena pemikiran seperti bunga atas modal dan sewa atau barang-barang modal serta balas jasa atas keahlian.


Faktor-faktor produksi dibedakan menjadi 4 golongan:
a)                  Tanah
b)                  Tenaga Kerja
c)                  Modal
d)                 Dan Keahlian Keusahawanan
Apabila faktor-faktor produksi itu digunakan untuk mewujudkan barang dan jasa akan diperoleh berbagai jenis pendapatan. Soekartawi menjelaskan pendapatan akan mempengaruhi banyaknya barang yang dikonsumsikan, bahwa seringkali dijumpai dengan bertambahnya pendapatan, maka barang yang dikonsumsi bukan saja bertambah, tapi juga kualitas barang tersebut ikut menjadi perhatian. Misalnya sebelum adanya penambahan pendapatan beras yang dikonsumsikan adalah kualitas yang kurang baik, akan tetapi setelah adanya penambahan pendapatan maka konsumsi beras menjadi kualitas yang lebih baik.
B.                 Nelayan
Masyarakat nelayan adalah masyarakat yang menggantungkan kebutuhan hidupnya dilaut. Mereka bermata pencaharian dengan memanen hasil laut, seperti: ikan, taripang, atau lainnya. Untuk kegiatan itu, mereka menggunakan berbagai cara. Nelayan adalah suatu kelompok masyarakat yang kehidupannya tergantung langsung pada hasil laut, baik dengan cara melakukan penangkapan ataupun budi daya. Mereka pada umumnya tinggal di pinggir pantai, sebuah lingkungan pemukiman yang tinnggal di dekat pantai.
Ciri komunitas nelayan dapat dilihat dari berbagai segi, sebagai berikut:
a)                  Dari segi mata pencaharian, nelayan adalah mereka yang segala aktivitasnya berkaitan dengan lingkungan laut dan pesisir, atau mereka yang menjadikan perikanan sebagai mata pencaharian mereka.
b)                  Dari segi cara hidup, komunitas nelayan adalah komunitas gotong royong dan tolong menolong terasa sangat penting pada saat untuk mengatasi keadaan yang menuntut pengeluaran biaya besar dan pengeluaran tenaga yang banyak, seperti saat berlayar, membangun rumah atau tanggul penahan gelombang di sekitar desa.
c)                  Dari segi keterampilan, meskipun pekerjaan nelayan adalah pekerjaan yang berat namun pada umumnya mereka hanya memiliki keterampilan sederhana. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai nelayan adalah profesi yang diturunkan oleh orang tua, bukan yang dipelajari secara profesional.
Struktur mata pencaharian masyarakat nelayan dapat ditinjau menjadi tiga sudut pandang, yaitu:
1)                  Penguasaan alat alat produksi
2)                  Skala investasi modal
3)                  Tekhnologi peralatan tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan
C.                Kerangka Berpikir
Berdasarkan pada uraian sebelumnya, maka kerangka pemikiran peneliti dalam penelitian ini adalah pendapatan nelayan Di Desa Lamamek yang dipengaruhi oleh biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan penglaman melaut.

D.                Hipotesis 
Dari rumusan masalah yang diuraikan diatas maka hipotesis atau jawaban sementara dari penelitian ini adalah:
1.                  Biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan dan pengalaman melaut secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di desa lamamek kecamata simeulue barat kabupaten simeulue.


BAB III
METODE PENELITIAN

A.                Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan eksplanatori yakni penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel yang mempengaruhi hipotesis. Pada penelitian ini minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan dan penelitian ini berfungsi menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu gejala. Oleh karena itu dalam penelitian ini nantinya akan dijelaskan mengenai adanya hubungan interaktif atau timbal balik antara variabel yang akan diteliti dan sejauh mana hubungan tersebut saling mempengaruhi. Alasan utama pemilihan jenis penelitian eksplanatori ini untuk menguji hipotesis yang diajukan agar dapat menjelaskan pengaruh variabel bebas (biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaan nelayan) terhadap variabel terikat (pendapatan nelayan perahu motor tempel) baik secara parsial maupun simultan yang ada dalam hipotesis tersebut.

B.                 Lokasi dan Waktu Penelitian

1.                  Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di wilayah Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang daerahnya berada di pinggir pantai, sehingga sebagian besar penduduk yang tinggal di daerah tersebut bekerja sebagai nelayan.
2.                  Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 2 bulan, yaitu dari bulan Februari sampai pada bulan April.
C.                Populasi dan sampel

1.                  Populasi
Populasi dapat di definisikan dengan beberapa cara sebagai berikut:
a.                  Suatu himpunan individu dengan sifat-sifat yang ditentukan atau dipilih oleh si peneliti sedemikian rupa sehingga setiap individu dapat dinyatakan dengan tepat apakah individu tersebut menjadi anggota populasi atau tidak.

b.                  Berkaitan dengan data, baik data kuantitatif maupun kualitatif, maka populasi dapat didefinisikan sebagai himpunan semua data yang mungkin diobservasi atau dicacah/ dicatat oleh seorang peneliti. Dengan kata lain, populasi adalah himpunan semua individu yang dapat (atau yang mungkin akan) memberikan data dan informasi untuk suatu penelitian.
Dari definisi tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa jumlah keseluruhan objek yang akan diteliti. Dalam hal ini populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh anggota masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan yang ada di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang berjumlah 402 orang.
2.                  Sampel 
Sampel merupakan suatu himpunan bagian (sub set) dari sebuah populasi tertentu. Sampel dapat didefinisikan sebagai berikut:
a.                   Himpunan individu yang jumlahnya terbatas atau sangat terbatas yang terpilih atau dipilih dari populasi individu tertentu.
b.                  Berkaitan dengan variabel, maka sampel dapat didefinisikan sebagai himpunan variabel yang jumlahnya terbatas atau sangat terbatas yang terpilih atau dipilih dari populasi variabel tertentu.
c.                   Berkaitan dengan data, baik data kuantitatif maupun data kualitatif, maka sampel dapat didefinisikan sebagai himpunan nilai/skor/ukuran yang tercatat atau diobservasi berkaitan dengan peristiwa atau fakta yang telah terjadi.
d.                  Sampel dalam penelitian ini adalah nelayan yang berada di Desa Lamamek Kecamatan Simeulue Barat.
Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan metode Simple Random Sampling atau dikatakan sampel acak sederhana karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi para nelayan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pengambilan random adalah bahwa semua populasi memiliki kesempatan yang sama untuk siambil sebagai sampel, berdasarkan tempat lokasi, siapapun, dimanapun, serta kapan saja ketika ditemui yang kemudian dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini.
D.                Jenis dan Sumber Data 
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.                  Data Primer, yaitu data yang bersumber dari wawancara langsung kepada nelayan dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) untuk mengetahui tingkat pendapatan nelayan di Desa Lamamek Kecamatan Sieulue Barat
 Data primer yang dikumpul meliputi: pendapatan nelayan perbulan, biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, pengalaman melaut serta data lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
2.                  Data Sekunder, yaitu data yang bersumber dari  literatur-literatur dari instansiinstansi yang terkait (BPS, Kantor Desa Lamamek , dan lain-lain), bahan dokumentasi serta artikel-artikel yang dibuat oleh pihak ketiga dan mempunyai relevansi dengan penelitian ini. Data Sekunder yang dikumpul meliputi: Produksi Perikanan Tangkap menurut Kecamatan dan Subsektor di Kabupaten Simeulue , Gambaran umum penelitian, jumlah nelayan yang ada di Desa Lamamek , serta data lain yang terkait dengan penelitian ini.

E.                 Metode Pengumpulan Data
 Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu:
1.                  Wawancara, yaitu metode untuk mendapatkan data dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan secara langsung kepada pihak yang bersangkutan guna mendapatkan data dan keterangan yang menunjang analisis dalam penelitian.
2.                  Kuisioner, yaitu tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan dan pernyataan tertulis kepada responden.
3.                  Observasi, yaitu metode pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung pada objek yang diteliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai masalah faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.
4.                  Dokumentasi, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara membuka dokumen-dokumen atau catatan yang berhubungan dengan masalah faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue.

F.                 Teknik Analisis Data
Dalam analisis ini, digunakan tekhnik analisis asosiatif, yaitu dengan terhadap ada tidaknya hubungan secara signifikan antara biaya bahan bakar minyak, lama melaut, umur nelayan, dan pengalaman melaut terhadap pendapatan nelayan.





DAFTAR PUSTAKA

Addini, Ikhtaroma. Praktek Sosial Nelayan Sebelum Melaut di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
Jurnal. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Volume 04 Nomor 03, 2016. Al Arif, M. Nur Rianto, Euis Amalia.
Teori Mikroekonomi Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Jakarta: Kencana, 2010.
Anggia Rahmi Tiara, Tri Wiji Nurani, Prihatin Ika Wahyuningrum, Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil di Sedang, Provinsi Istimewa Yogyakarta, Jurnal “Amanisal” PSP FPIK Unpatti- Ambon, 2013. Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan.
Kabupaten Takalar Dalam Angka, 2016. Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. Kecamatan Galesong Utara Dalam Angka 2016.
Imron, Masyuri. Kemiskinan Dalam Masyarakat Nelayan, Jurnal. Jakarta: PMB-UPI, 2003. Jamal, Bahrul.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan (Study Nelayan Desa Klampis Kebupaten Bangkalan). Jurnal Universitas Brawijaya Malang.
Kusnadi, Filosofi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Bandung: Humaniora, 2006. Kusnadi, Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Yogyakarta: 2009.
Karra, Muslimin. Statistik Ekonomi. Cet.1; Makassar: Alauddin University Press, 2013.
Mankiw, Grogory. Makro Ekonomi Edisi Keenam. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 2006.
Masyhuri, Ekonomi Mikro. UIN Malang Press, 2007. Mubiyanto, Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES. Mulyadi, Ekonomi Kelautan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007.
 Ngurah Agung, I Gusti. N. Haidy A. Pasay, Sugiharto, Teori Mikro Suatu Analisis Produksi Terapan. Jakarta: PT. Raja Garafindo Persada.
Ngurah Agung, I Gusti. Statistika Penerapan Metode Analisis untuk Tabulasi Sempurna dan Tak Sempurna dengan SPSS. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.
Perdana Gumilang, Andi. Tingkat Pendapatan Usaha Penangkapan Ikan Akibat Kenaikan Harga BBM Pada Nelayan Payang Di Ppi Bandengan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Skripsi: Institut Pertanian Bogor, 2010.
 Prakoso, Jati. Peranan Tenaga Kerja, Modal, dan Tekhnologi Terhadap Pendapatan Masyarakat Nelayan Di Desa Asemdayong Kecamatan Taman Kabupaten Pamalang.
Skripsi Universitas Negeri Malang, 2013. Prawirokusumo, Soeharto. Ilmu Usaha Tani, Edisi I. Cet I; Yogyakarta: BPFEYogyakarta, 1990.
Sri Eko Wiyono, Pengaruh Lama Melaut dan Jumlah Hauling terhadap Hasil Tangkapan Ikan pada Perikanan Gillnet Skala Kecil di Pekalongan Jawa Tengah.
 Jurnal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Vol. 3 No. 1, 2012 Siti Andini Ladamay, Ode
Analisis Pengaruh Harga BBM  Terhadap Pendapatan Masyarakat Nelayan Pesisir:
Sebuah Pendekatan Model Berbasis Sistem Dinamik, Jurnal. Soekartawi, Faktor Produksi Dalam Menghasilkan Barang dan Jasa. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2002.
 Soekartawi, Faktor-faktor Produksi. Jakarta, Salemba Empat.
 Soekartawi, Ilmu Usaha Tani dan Penelitian untuk Pengembanagan Usaha Kecil. Jakarta: UI Press, 1981.
 Soesatyo, Yoyok. Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja dan Modal Terhadap Hasil Produksi Industri Kecil Sepatu dan Sandal Di Desa Sambiroto Kecamatan Sooka Kabupaten Mojokerto.
 Jurnal. Prodi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya. Sugiyono, Metode Penelitian Kombnasi.Bandung: Alfa Beta, 2012.
Sukirno, Sadono. Ekonomi Pembangunan, Proses, Masalah, dan Dasar Kebijaksanaan. Jakarta: Bina Grafika, 2009. Sukirno, Sadono.
 Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012.
Syamsuddin, Rajuddin. Sektor Perikanan Kawasan Timur Indonesia (KTI): potensi, permasalahan, dan prospek. Jakarta: PT. Perca, 2010.
Wibowo, Sukarno. Dedi Supriadi, Ekonomi Mikro Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2013. Winardi, Ekonomi Selayang Panjang. Rineka Cipta Bandung, 2010.
Winardi, Pengantar Ilmu Ekonomi. Bandung: PT. Tarsito, 1988. Yofratha Jehau, Handrianus. Analisis Tekhnik, Biologis, dan Ekonomi Pengembangan Usaha Perikanan Purse Seine Di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.
Skripsi Universitas Hasanuddin, 2009. Yusuf Agunggunanto, Edy. Analisis Kemiskinan dan Pendapatan Keluarga Nelayan Kasus Di Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Jurnal Fakulatas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

contoh prposal nelayan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DI DESA LAMAMEK KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE (Penelitia...