HUBUNGAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PENGERTIAN
ORGANISASI DENGAN PERILAKU MENGHARGAI TEMAN DI SMA NEGERI 2 SIMEULUE BARAT
PROPOSAL
SKRIPSI
Oleh
DIDI IRAWAN
15111003
![]() |
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
ABULYATAMA
ACEH
BESAR
2018
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadiran ALLAH SWT yang telah memberikan kekuatan,
kesempatan,dan kasih sayang yang dicurahkan sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas yang berupa proposal. Yang mana diharapkan dapat memberikan
manfaat dan dapat mendukung perkembangan pembelajaran mengenai ”Hubungan
Pemahaman Siswa Tentang Pengertian Organisasi Dengan Perilaku Menghargai Teman
Di Sma Negeri 2 Simeulue Barat” yang di ampuh oleh Bapak Drs. Usman, M.Si yang
mana telah diselesaikan tepat pada waktunya.
Harapan penulis, semoga makalah ini memberikan manfaat
yang berarti bagi pembaca pada umumnya dan bagi penyusun pada khususnya. Tiada
gading yang tak retak, kritik yang membangun sang penulis harapkan untuk
kebaikan di kemudian hari.
Aceh Besar, 03
Juli 2018
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pemimpin
membuat suasana Di Indonesia, hak organisasi diatur oleh undang-undang. Hak
berorganisasi secara tidak langsung tersirat dalam pancasila, sebagai sumber
hukum Indonesia, dan tercantum dalam UUD 1945, terutama Pasal 28 E (Ayat 3).
Dalam pasal tersebut dikatakan “bahwa setiap orang berhak atas kebebasan
berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. Maksudnya adalah setiap warga
negara Indonesia memiliki hak untuk bebas memilih atau membentuk suatu
organisasi atau kelompok yang sesuai dengan minat yang mereka miliki. Tidak ada
satu pihak pun yang boleh memaksa atau melarang seseorang untuk bergabung
dengan suatu organisasi. Tetapi, sekali lagi perlu diingat bahwa kebebasan ini
tidak boleh mengganggu hak dan kebebasan orang lain. Demokrasi dapat dikatakan
merupakan pola hidup berkelompok di dalam organisasi bernegara, sesuai dengan
keinginan orang-orang yang hidup berkelompok tersebut. Keinginan orang-orang
yang berkelompok tersebut ditentukan oleh pandangan hidup, falsafah hidup, dan
ideologi yang tercermin dalam sila-sila Pancasila.
Organisasi
adalah segenap proses kegiatan menata dan rnembagi pekerjaan yang akan
dilakukan, mengelompokkan orang-orang yang akan mengerjakan pekerjaan tersebut,
menetapkan wewenang dan tanggung jawab serta hubungan antar unit-unit dan
individu sebagai pelaksana dari pekerjaan itu untuk mencapai tujuan tertentu
dari organisasi tersebut. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi
oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama
dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya
oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti pengambilan
sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga
menekan angka pengangguran.
Kekompakan
dalam organisasi itu sudah menjadi keharusan. Apabila dalam organisasi
kekompakan itu tidak terjaga, maka hasil kerja tidak akan sesuai dengan yang
diharapkan. Untuk itulah dibutuhkan pemimpin yang pandai membuat anggotanya
kompak. Tidak jarang masalah muncul dalam organisasi. Di dalam kelompok belajar
terkadang juga dijumpai masalah. Misalnya saja ada dalam satu kelompok yang
anggota-anggotanya salah paham atau tidak sependapat dengan anggota yang lain,
maka peranan ketua kelompok ini sangat penting. Jangan sampai ketua kelompok
membela salah satu anggota yang sedang bermasalah, tetapi sebaiknya ketua
kelompok mampu menyatukan dan meredam pertikaian kelompok yang sedang
bermasalah. Dalam organisasi juga terkadang ada yang kurang rajin atau malas.
Mungkin karena minder, mungkin karena tidak mengerti, dan lain-lain. Peranan
pemimpin sangat besar untuk memotivasi anggotanya yang masih belum mempunyai
semangat dalam bekerja sama. Bukan berarti ini hanya menjadi tanggung jawab tumbuh
untuk saling memberikan motivasi sesama anggota yang lain. Tenggang rasa atau
tepo seliro adalah sikap seseorang menempatkan perasaannya pada perasaan orang
lain. Konsep tenggang rasa ini seperti halnya konsep mencintai adalah merupakan
perwujudan dari adanya saling mencintai sesama manusia, maka akan timbul
keinginan untuk dapat mencintai orang lain sebagai mana mencintai dirinya
sendiri, sampai akhirnya timbul keinginan untuk tenggang rasa, yaitu merasakan
apa yang dialami oleh orang lain seolah-olah terjadi pula atas dirinya,
sehingga dalam perbuatannya selalu diimbangi dengan penuh pengertian dengan
dasar tidak buruk sangka. Dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang
berkenaan dengan masalah kebebasan berorganisasi sekolah yang terdapat pada
Standar Kompetensi, yaitu memahami kebebasan berorganisasi. Adapun Kompetensi
Dasarnya yaitu yang pertama mendekripsikan pengertian organisasi, yang kedua
menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat, dan yang
ketiga adalah menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah.
Nilai
moral keramahtamahan yang perlu ditekankan bagi generasi muda bangsa Indonesia,
diantaranya : pertama lapang dada, maksudnya tidak lari dari masalah yang harus
dipecahkan. Kedua berjiwa besar, maksudnya dalam menghadapi segala macam
hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan yang dating baik dari dalam negeri
maupun yang dating dari luarnegeri, bangsa Indonesia harus menghadapinya dengan
berjiwa besar. Ketiga kekeluargaan, maksudnya segala macam masalah dapat
dipecahkan melalui musyawarah. Keempat saling menghargai, maksudnya diantara
sesame manusia harus saling menghargai satu sama lainnya. Kelima menghormati
sesama, maksudnya manusia mempunyai hak dan kewajiban atas sikap saling menghormati
dan setiap orang mempunyai hak untuk dihormati. Keenam suka menolong, maksudnya
dalam memberikan pertolongan hendaknya tidak membeda-bedakan suku bangsa, ras,
dan agama.
Fakta
di lapangan, pemahaman siswa tentang pengertian organisasi sudah cukup baik,
namun sikap yang mencerminkan berorganisasi siswa sangat memprihatinkan. Tidak
mau bermusyawarah, mau menang sendiri dan selalu memaksakan kehendaknya
sendiri, tidak mau melaksanakan hasil dari musyawarah, kurangnya rasa tanggung
jawab dalam melaksanakan hasil musyawarah, kurangnya rasa solidaritas diantara
teman sekelas, bersikap emosional serta perilaku tidak menghargai orang lain.
Kurangnya sikap sosial, lemahnya nilai-nilai demokrasi, serta perilaku
berorganisasi yang tidak mencerminkan sikap demokratis di sekolah. Berdasarkan
latar belakang di atas, penulis tertarik mengambil judul Hubungan pemahaman
siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA
Negeri 2 Simeulue Barat.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas, penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai
berikut :
1.
Apakah siswa mempunyai pemahaman tentang
pengertian organisasi ?
2.
Apakah kebebasan berorganisasi sudah
sesuai dan dijalankan oleh siswa dengan baik ?
3.
Adakah cara meningkatkan perilaku siswa untuk menghargai
teman?
4.
Apakah terdapat hubungan antara
pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman
?
C. Pembatasan Masalah
Untuk
mempermudah penelitian ini, maka tidak semua masalah akan diteliti, melainkan
dibatasi pada ruang lingkup permasalahan “Hubungan pemahaman siswa tentang
pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2 Simeulue
Barat. Pemahaman siswa tentang pengertian organisasi adalah suatu kemampuan
untuk menterjemahkan, menafsirkan, dan membedakan yang meliputi mempunyai
tujuan bersama, adanya pembagian tugas kelompok, serta adanya kerjasama
diantara orang yang bekerja.
Perilaku
menghargai teman adalah suatu tindakan dalam menghadapi suatu obyek, ide dan
situasi atau nilai di dalam berperilaku yang meliputi mau berlapang dada,
saling menghargai, menghormati sesama, serta suka menolong.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan
pembahasan masalah yang dikemukakan diatas, masalah penelitian ini dapat
dirumuskan sebagai berikut “Apakah terdapat hubungan antara pemahaman siswa
tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2
Simeulue Barat ?
E. Manfaat Penelitian
1.
Bagi Mahasiswa, merupakan sebagai bahan
informasi dengan acuan untuk kelanjutan membuat skripsi.
2.
Bagi sekolah agar menerapkan pengertian
organisasi serta perilaku menghargai teman baik itu kepada kepala sekolah,
guru, wali murid, dan para siswa.
3.
Bagi siswa, agar terbiasa dalam
melaksanakan kegiatan secara bersama-sama sehingga terjalin rasa persatuan dan
kesatuan diantara teman-teman.
BAB
II
LANDASAN
TEORITIS, KERANGKA BERFIKIR
DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Landasan Teoritis
1. Hakekat Pemahaman Siswa Tentang
Pengertian Berorganisasi
Menurut
Teori Benjamin S. Bloom “pemahaman yaitu kemampuan menterjemahkan, menafsirkan,
memperkirakan, memahami isi pokok, mengartikan tabel, dan sebagainya”. Kohler menyatakan “pemahaman
merupakan bagian penting dalam pemecahan masalah karena pemecahan masalah dapat
dilakukan setelah diperoleh pemahaman dari hubungan-hubungan dalam situasi”. E.F.
Hutabarat menyatakan “pemahaman yaitu kemampuan untuk melihat hubungan yang
relevan. Jadi apabila seseorang ingin memahami sesuatu, maka ia harus dapat
menghubungkan sesuatu itu dengan apa yang diketahuinya”.Suharsimi Arikonto
menyatakan bahwa dengan pemahaman, maka seseorang dapat membuktikan bahwa ia
memahami hubungan yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. Lebih lanjut
mengemukakan bahwa memahami dengan sesuatu, maka ia dapat mempertahankan,
membedakan, menduga (estimatis), menerangkan, memperluas, menyimpulkan,
menggeneralisasikan, memberikan contoh, menuliskan kembali, memperkirakan.
H. Koestoer
Partowisastro menjelaskan arti pemahaman kedalam 4 (empat) pengertian, yaitu :
a.
Pemahaman berarti melihat hubungan yang
belum nyata pada pandangan pertama.
b.
Pemahaman berarti mampu menerangkan dan
menjelaskan sesuatu berarti perlu melukiskan tentang aspek-aspek, tingkatan,
sudut pandangan-pandangan yang berbeda.
c.
Pemahaman berarti memperkembangkan
kesadaran-kesadaran akan faktor-faktor penting.
d.
Pemahaman berarti berkemampuan membuat
ramalan-ramalan yang beralasan mengenai tingkahlakunya.
Teori
Kognitif (Cognitive Theories) yang dikembangkan oleh Kohler menyatakan
pemahaman merupakan bagian penting dalam pemecahan masalah karena pemecahan
masalah dapat dilakukan setelah diperoleh pemahaman dari hubungan-hubungan
dalam situasi. Wingkel mendefinisikan bahwa belajar sebagai suatu mental atau
psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang
menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai
sikap.Organisasi” sebenarnya berasal dari bhs Yunani, “organon” atau dalam bhs
Latin, disebut “organum” yang artinya “alat, bagian, atau anggota badan”.
Selanjutnya seiring berjalannya waktu, terjadilah perkembangan dalam
pengertiannya. Dengan kata lain, (semakin banyak orang yang mengartikannya maka
semakin banyak definisi dan semakin luas pula kata itu diartikan) Tapi dari
sekian banyak definisi“organisasi”. Organisasi juga bisa dikatakan sekumpulan,
individu, kelompok yang mempunyai tujuan, visi & misi tertentu untuk
menampung/menyalurkan pikiran atau pendapat yang tidak sama (dengan kata lain
berbeda). Di Indonesia, hak organisasi diatur oleh undang-undang. Hak
berorganisasi secara tidak langsung tersirat dalam pancasila, sebagai sumber
hukum Indonesia, dan tercantum dalam UUD 1945, terutama Pasal 28 E (Ayat 3).
Dalam pasal tersebut dikatakan “bahwa setiap orang berhak atas kebebasan
berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. Pengertian umum organisasi
adalah segenap proses kegiatan menata dan rnembagi pekerjaan yang akan
dilakukan, mengelompokkan orang-orang yang akan mengerjakan pekerjaan tersebut,
menetapkan wewenang dan tanggung jawab serta hubungan antar unit-unit dan
individu sebagai pelaksana dari pekerjaan itu untuk mencapai tujuan tertentu dari
organisasi tersebut. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh
beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan
perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi
yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh
masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan
sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga
menekan angka pengangguran.
Pengertian dan definisi
organisasi menurut beberapa ahli, antara lain :
a)
Rosenzweig, Organisasi dapat dipandang
sebagai : Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok, Integrasi atau
kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama, Orang-orang
yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan bersama.
b)
Matthias Aroef, Suatu organisasi terjadi
apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya.
c)
Pfiffner dan Sherwood, Organisasi
sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling
berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang
bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar,
menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis.
d)
Bakke, Organisasi merupakan sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan,
pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan,
sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material,
kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan
persoalan.
e)
Allen, Organisasi adalah suatu proses
identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan
mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan -
hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara
efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
Definisi dan pengertian
organisasi menurut para ahli, antara lain :
a. Organisasi Menurut Stoner adalah suatu
pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan
manajer mengejar tujuan bersama.
b. Organisasi Menurut James D. Mooney
adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
c. Organisasi Menurut Chester I. Bernard,
yaitu organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan
oleh dua orang atau lebih.
Beberapa definisi
tentang organisasi, antara lain :
a.
Menurut Ernest Dale, organisasi adalah
suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan
pemeliharaan suatu struktur atau pola
hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
b.
Menurut Cyril Soffer, organisasi adalah
perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu
system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi
tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
c.
Menurut Kast & Rosenzweig,
organisasi adalah sub sistem teknik, sub sistem struktural, sub sistem
pshikososial dan sub sistem manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana
ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
d.
Definisi umu,, organisasi adalah
“Kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan”.
Teori
klasik mendefinisikan “organisasi sebagai struktur hubungan,
kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan,
komunikasi, dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama”.
Organisasi adalah wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan
bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan
merealisasikan tujuanya, serta organisasi adalah wadah yang memungkinkan
masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu
secara sendiri-sendiri.
Organisasi memiliki
beberapa unsur, antara lain:
a.
Adanya tujuan, yaitu sesuatu yang ingin
diwujudkan serta dicapai sehingga memunculkan adanya tugas, wewenang, dan
tanggung jawab.
b.
Adanya pembagian tugas sekelompok orang.
c.
Adanya kerja sama di antara orang-orang
yang bekerja.
Komponen penting
organisasi meliputi :
1.
Tujuan
Merupakan motivasi,
misi, sasaran, maksud dan tujuan yang akan dicapai dalam rentang waktu
tertentu, Tujuan berdasarkan rentang dan cakupanya dapat dibagi dalam beberapa
karakteristik antara lain :
a.
Tujuan Jangka panjang
b.
Tujuan Jangka menengah dan
c.
Tujuan Jangka pendek
d.
Struktur
Struktur
organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan
bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut
diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga
menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan. Struktur Organisasi sangat penting untuk dapat dipahami
oleh semua komponen dalam rangka menciptakan sistem kerja yang efektif dan
efesien. Struktur organisasi merupakan deskripsi bagaimana organisasi membagi
pekerjaan dan melaksanakan tugas atau pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan
organisasi. Struktur organisasi juga mengatur siapa yang melaksanakan tugas dan
pekerjaan itu. Selain membagi dan mengatur tugas dan pekerjaan yang diemban
oleh organisasi, struktur organisasi juga menggambarkan hubungan organisasi
secara internal maupun eksternal.
2.
Sistem
Setiap organisasi baik formal maupun informal, akan
menganut suatu sistem yang mengatur bagaimana cara organisasi mencapai
tujuannya. Untuk itulah setiap organisasi memiliki peraturan-peraturan yang
merefleksikan kepentingan-kepentingan organisasi. Sistem pada organisasi itu
dapat berupa anggaran dasar, anggaran rumah tangga, peraturan khusus, prosesdur
dan peraturan lainnya. Pada organisasi
yang paling kecil, yaitu keluarga, pada dasarnya juga memiliki
peraturan-peraturan sekalipun tidak
sekompleks peraturan pada organisasi besar.
Unsur-unsur Organisasi
1. Manusia (Man), dalam kehidupan
organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel.
Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang
menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator)
sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin
suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja
(nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan
manusiawi (man power) organisasi.
2. Kerjasama, merupakan suatu perbuatan
saling membantu atau gotong royong dalam melakukan sesuatu yang dilakukan
secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua
anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi
administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan
kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
3. Tujuan bersama, merupakan arah atau
sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau
yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus
dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui
prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran
(budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.
4. Peralatan (Equipment), terdiri dari
semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya
(tanah, gedung/bangunan/kantor).
5. Lingkungan (Environment), Faktor
lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi termasuk
dalam unsur lingkungan.
6. Kekayaan Alam
7. Kerangka/Konstruksi Mental Organisasi.
Jadi
dapat disintesiskan bahwa pemahaman siswa tentang kebebasan berorganisasi
adalah suatu kemampuan untuk menterjemahkan, menafsirkan, dan membedakan yang
meliputi mempunyai tujuan bersama, adanya pembagian tugas kelompok, serta
adanya kerjasama diantara orang yang bekerja.
2.
Hakekat Perilaku Menghargai Teman
Louis Thursthone,
Rensis Likert dan Charles menyatakan bahwa “prilaku adalah suatu bentuk
evaluasi atau reaksi perasaan. Prilaku seseorang terhadap suatu obyek perasaan
mendukung atau memihak. Thourstone sendiri menyimpulkan “prilaku sebagai
“Derajat Efek”, efek positif atau negatif terhadap suatu obyek psikologi”.
Sedangkan Secord dan Backman mendefinisikan “prilaku ialah kelenturan tertentu
dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran (Kognisi), prodisposisi tindakan
(konasi) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya”. Dalam
konteks pendidikan, Benjamin S. Bloom mengungkapkan tiga kawasan (domain)
perilaku individu beserta sub kawasan dari masing-masing kawasan, yakni :
kawasan kognitif, kawasan afektif dan kawasan psikomotor. Taksonomi perilaku di
atas menjadi rujukan penting dalam proses pendidikan, terutama kaitannya dengan
usaha dan hasil pendidikan. Segenap usaha pendidikan seyogyanya diarahkan untuk
terjadinya perubahan perilaku peserta didik secara menyeluruh, dengan mencakup
semua kawasan perilaku. Bohar Soeharto merumuskan “perilaku sebagai proses
hasil belajar. Dalam proses belajar itu terjadi interaksi antara individu dan
dunia sekitarnya”.
Sebagai hasil interaksi maka jawaban yang
terlihat dari seseorang individu akan dipengaruhi oleh hal-hal atau
kejadian-kejadian yang pernah dialami oleh individu tersebut maupun oleh
situasi masa kini.
Macam-macam perilaku diantaranya :
a.
Perilaku negatif yang nyata adalah
perilaku yang bertentangan dengan aturan dan norma-norma yang berlaku dimana
perilaku itu didasarkan atas desakan dari dalam, bukan karena pengaruh dari
luar. Jadi perilaku ini merupakan perilaku murni, tidak dibuat-buat, sesuai
dengan tabiat orang tersebut.
b.
Perilaku positif yang nyata adalah
perilaku yang didasarkan aturan-aturan atau norma-norma yang berlaku yang
dilakukan atas dasar kesadaran dari orang yang bersangkutan, bukan karena takut
hukuman atau sangsi dari organisasi.
c.
Perilaku negatif yang diarahkan adalah
perilaku yang bertentangan dengan aturan-aturan atau norma-norma yang berlaku
dimana perilaku itu dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar lingkungan.
d.
Perilaku positif yang diarahkan adalah
perilaku yang tidak bertentangan dengan aturan-aturan atau norma-norma yang
berlau di mana perilaku itu dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar, atau
disebabkan oleh suatu motif tertentu.
Abdul Azis Wahab
berpendapat “bahwa yang dikatakan dengan tenggang rasa atau tepo seliro adalah
sikap seseorang menempatkan perasaannya pada perasaan orang lain”. Konsep
tenggang rasa ini seperti halnya konsep mencintai adalah merupakan perwujudan
dari adanya saling mencintai sesama manusia, maka akan timbul keinginan untuk
dapat mencintai orang lain sebagai mana mencintai dirinya sendiri, sampai
akhirnya timbul keinginan untuk tenggang rasa, yaitu merasakan apa yang dialami
oleh orang lain seolah-olah terjadi pula atas dirinya, sehingga dalam
perbuatannya selalu diimbangi dengan penuh pengertian dengan dasar tidak buruk
sangka.
Toleransi
adalah istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan
perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang
berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya
adalah toleransi beragama, dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat
mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya. Istilah toleransi juga digunakan
dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas, misalnya partai
politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak
kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi, baik dari kaum
liberal maupun konservatif. Toleransi dalam kehidupan masyarakat untuk
mewujudkan kerukunan dan ketenangan antar sesama suku, golongan, agama, dan
lain-lain yang berbeda-beda, kita hendaknya menyadari bahwa kita merupakan satu
bangsa yang hidup bersama-sama di tempat yang sama dan dengan tujuan nasional
yang sama pula.
Sikap toleransi sangat perlu dikembangkan karena;
1.
Karena kita sebagai makhluk sosial,
tidak bisa lepas dari bantuan rang lain. Jadi sikap toleransi itu sangatlah
perlu dilakukan, sebagai makhluk sosial yang memerlukan bantuan terlebih dahulu
maka kitalah yang hendaknya terlebih dahulu mengembangkan sikap toleransi itu, sebelum
orang lain yang bertoleransi kepada kita. Jadi jika kita memerlukan bantuan
orang lain, maka dengan tidak ragu lagi orang itu pasti akan membantu kita,
karena terlebih dahulu kita sudah membina hubungan baik dengan mereka yaitu
saling bertoleransi.
2.
Sikap toleransi akan menciptakan adanya
kerukunan hidup. Jika dalam suatu masyarakat masing-masing individu tidak yakin
bahwa sikap toleransi akan menciptakan adanya kerukunan, maka bisa dipastikan
jika dalam masyarakat tersebut tidak akan tercipta kerukunan. Sikap toleransi
dapat diartikan pula sebagai sikap saling menghargai, jika kita sudah saling
menghargai otomatis akan tercipta kehudupan yang sejahtera.
Nilai moral keramahtamahan yang perlu ditekankan
bagi generasi muda bangsa Indonesia, diantaranya ;
a. Lapang
dada, maksudnya tidak lari dari masalah yang harus dipecahkan.
b. Berjiwa besar, maksudnya dalam
menghadapi segala macam hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan yang dating
baik dari dalam negeri maupun yang dating dari luarnegeri, bangsa Indonesia
harus menghadapinya dengan berjiwa besar.
c. Kekeluargaan, maksudnya segala macam
masalah dapat dipecahkan melalui musyawarah.
d. Saling menghargai, maksudnya diantara
sesame manusia harus saling menghargai satu sama lainnya.
e. Menghormati sesama, maksudnya manusia
mempunyai hak dan kewajiban atas sikap saling menghormati dan setiap orang
mempunyai hak untuk dihormati.
f. Suka menolong, maksudnya dalam
memberikan pertolongan hendaknya tidak membeda-bedakan suku bangsa, ras, dan
agama.
Dalam
kesetiakawanan sosial terkandung nilai moral yang diperlukan diantaranya
sebagai berikut :
1. Tolong menolong, nilai moral ini tampak
dalam kehidupan masyarakat, seperti tolong menolong sesame tetangga, sesama
teman, dan lain-lain.
2. Gotong royong, nilai moral ini masih
banyak dilakukan di daerah pedesaan, seperti menggarap sawah dan membuat rumah.
3. Kerja sama, nilai moral ini
mencerminkan sikap mau bekerja sama dengan orang lain walaupun berbeda suku
bangsa, ras, warna kulit, agama.
4. Nilai kebersamaan, nilai moral ini ada
karena adanya keterikatan diri dan kepentingan, kesetiaan diri dan sesama,
saling membantu dan membela, misalnya menyumbang korban bencana alam.
Tenggang rasa mendukung
harmonisnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Agar tenggang
rasa membudaya dalam lingkungan kehidupan masyarakat, kita harus menjadikan
tenggang rasa itu sebagai bagian dari kepribadian kita. Untuk itu, setiap orang
harus mengembangkan sikap-sikap sebagai berikut :
a. Berperasaan halus, tidak menyinggung perasaan
orang lain
b. Mau memahami sekaligus menghargai sikap
dan pendirian orang lain
c. Berani mengalah demi kebenaran
d. Bertutur bahasa lembut dengan
menggunakan kata-kata yang sopan
e. Supel dan luwes dalam pergaulan
f. Tahu bagaimana bersikap di hadapan
yang lebih tua dan rekan sebaya
g. Berusaha untuk selalu ramah dan rendah
hati terhadap orang lain
h. Membina toleransi beragama
i. Menghindari perpecahan, bahkan sedapat
mungkin melerainya untuk menciptakan kerukunan
j. Menghargai kekhasan orang lain serta
memberi kesempatan pada orang lain untuk mengungkapkan diri sesuai dengan
kekhasannya (kepribadiannya)
k. Mengkritik atau menegur kesalahan orang
lain tanpa menyinggung perasaannya
l. Menghindari tindakan melecehkan orang
lain
m. Mampu menyesuaikan diri dengan suasana
hati atau perasaan orang lain (apakah sedang senang, sedih, apakah dalam
situasi serius atau santai)
n. Membuka diri kepada siapa saja, tanpa
membedakan asal-usul, jenis kelamin, dan keturunan.
Dari teori-teori yang
dikembangkan diatas maka disintesiskan bahwa perilaku menghargai teman adalah
suatu tindakan dalam menghadapi suatu obyek, ide dan situasi atau nilai di
dalam berperilaku yang meliputi tolong menolong, gotong royong, kerja sama,
serta nilai kebersamaan.
B. Kerangka Berpikir
Pendidikan adalah suatu
proses, bersama proses itu anak bertumbuh dan berkembang dalam belajar.
Pendidik dengan sengaja mempengaruhi arah proses itu sesuai dengan tata nilai
yang dianggap baik dan diterima dan berlaku dalam masyarakat. Kuat lemahnya
pengaruh itu sangat bergantung pada tata tertib yang ditetapkan dan dicontohkan
oleh guru. Organisasi merupakan suatu perkumpulan yang anggotanya terdiri atas
beberapa orang untuk melakukan kerja sama dalam upaya mencapai tujuan bersama.
Jadi, organisasi adalah tempat berkumpulnya orang-orang demi tujuan tertentu.
Orgnisasi terbentuk bila dua orang atau lebih maupun sekelompok orang yang
bekerja sama dan menjalankan suatu pekerjaan atau kegiatan demi mencapai tujuan
yang sama pula. Dalam suatu organisasi terdapat pembagian tugas. Pembagian
tugas yang dilakukan harus disesuaikan dengan kemampuan setiap individu. Untuk
memotivasi siswa agar dapat memahami, mengerti tentangkebebasan berorganisasi
serta perilaku menghargai teman maka diberikan pelajaran PKn, budi pekerti dan
agama yang berhubungan dengan nilai-nilai norma yang ada baik di sekolah maupun
di masyarakat. Dengan pelajaran tersebut akan membantu meningkatkan pengetahuan
siswa tentang kebebasan berorganisasi dengan perilaku menghargai teman. Dasar
yang diajarkan atau diberikan di sekolah harus kuat berkualitas agar siswa
dapat menerima pelajaran dengan baik dan benar. Konsep menghargai teman ini
seperti halnya konsep mencintai adalah merupakan perwujudan dari adanya saling
mencintai sesama manusia, makaakan timbul keinginan untuk dapat mencintai orang
lain sebagai mana mencintai dirinya sendiri, sampai akhirnya timbul keinginan
untuk tenggang rasa, yaitu merasakan apa yang di alami oleh orang lain
seolah-olah terjadi pula atas dirinya, sehingga dalam perbuatannya selalu
diimbangi dengan penuh pengertian dengan sadar tidak buruk sangka.
Pemahaman
siswa tentang pengertian organisasi adalah suatu perkumpulan yang anggotanya
mempunyai tujuan bersama, adanya pembagian tugas kelompok, serta adanya
kerjasama diantara orang yang bekerja.Perilaku menghargai teman adalah suatu
tindakan dalam menghadapi suatu obyek, ide dan situasi atau nilai di dalam
berperilaku yang meliputi tolong menolong, gotong royong, kerja sama, serta
nilai kebersamaan. Semakin baik pemahaman siswa tentang pengertian organisasi,
maka akan semakin baik pula perilaku menghargai teman atau sebaliknya semakim
buruk pemahaman siswa tentang pengertian organisasi maka akan semakin buruk
pula perilaku menghargai teman. Sehingga diduga terdapat hubungan antara
pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai teman
di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian
teoritis dan kerangkan berpikir di atas, maka penulis mengajukan hipotesis
“Terdapat hubungan positif antara pemahaman siswa tentang pengertian organisasi
dengan perilaku menghargai teman di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Tujuan
Penelitian
Adapun pembuatan
skripsi ini bertujuan ingin mengetahui dan mendapatkan data empiris mengenai
adanya pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan perilaku menghargai
teman di SMA Negeri 2 Simeulue Barat.
B.
Tempat
dan Waktu Penelitian
Penelitian ini diadakan
di SMA Negeri 2 Simeulue Barat, adapun waktu penelitian terhitung setelah
seminar proposal.
C.
Metode
Penelitian
Berdasarkan variabel
yang diteliti, masalah yang dirumuskan dan dihipotesis yang diajukan, maka
penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi untuk
melihat hubungan dua variabel.
D.
Populasi
Dan Sampel
Populasi dalam
penelitian ini adalah siswa seluruh siswa SMA Negeri 2 Simeulue Barat yang
berjumlah 386 siswa. Sedangkan sampel diambil dari kelas V yang terdiri dari 2
kelas yang berjumlah 60 siswa, kelas A berjumlah 30 siswa untuk dijadikan
sampel, sedangkan kelas B berjumlah 30 siswa untuk dijadikan penelitian. Adapun
alasan pengambilan sampel di kelas V karena mereka sudah diajarkan cara
berorganisasi dikelas.
E.
Instrumen
Penelitian
Teknik yang digunakan
untuk mengumpulkan data pemahaman siswa tentang pengertian organisasi merupakan
variabel bebas menggunakan tes, yaitu tes pilihan ganda (a, b, c, dan d) dengan
kategori nilai 1 untuk jawaban yang benar dan nilai 0 untuk jawaban yang salah.
Sedangkan untuk memperoleh data mengenai perilaku menghargai teman yang
merupakan variabel terikat menggunakan angket memakai skala prilaku, pada skala
ini alternatif jawaban adalah selalu (Sl) skor 3, kadang-kadang (KK) skor 2,
tidak pernah (TP) skor 1, untuk pertanyaan positif dan untuk pertanyaan negatif
adalah sebaliknya. Dalam pengisian angket responden hanya menuliskan tanda
ceklis (√) dan untuk mengisi tes pilihan ganda, responden hanya memberikan
tanda silang (X), pada jawaban yang telah tersedia. Jumlah butir soal untuk
variabel bebas sebanyak 30 pertanyaan, sedangkan untuk variabel terikat
sebanyak 30 pernyataan. Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu dilakukan
uji coba, untuk mengetahui validitas dan reliabilitas hasil pengukurannya,
sehingga memenuhi syarat untuk digunakan dalam penelitian.
F.
Teknik
Analisis Data
Bertitik tolak dari
bentuk data hubungan pemahaman siswa tentang pengertian organisasi dengan
perilaku menghargai teman di kelompokkan dan ditabulasikan sesuai dengan
fungsinya, yaitu : untuk data X pemahaman siswa tentang pengertian organisasi
dan data Y adalah perilaku menghargai teman. Untuk data X dan Y menggunakan
rumus korelasi product moment “r”, yaitu sebagai berikut :
rXY = n . ∑XY
- (∑X) (∑Y)
√ n . ∑X2 –
(∑X)2 n. ∑Y2 – (∑Y)2
Keterangan :
rXY = Koefisien
Korelasi Product Moment
∑X = Jumlah Skor Dalam Sebaran X
∑Y = Jumlah Skor Dalam Sebaran Y
∑X2 = Jumlah Kuadrat Skor Yang Dikuadratkan
Dalam Sebaran X
∑Y2 = Jumlah Kuadrat Skor Yang Dikuadratkan
Dalam Sebaran Y
∑XY = Jumlah Hasil Kali Dari Sebaran X Dan
Sebaran Y
N = Jumlah Sampel
DAFTAR
PUSTAKA
Abdulkarim. Aim, Memahami
Ppkn 2, Bandung, Ganeca Exact, 2000
Arikunto. Suharsimi, Dasar-Dasar
Evaluasi Pendidikan, Jakarta, Bumi Angkasa, 2007
Azwar. Saifudin, Sikap
Manusia, Yogyakarta, Pustaka Pelajar Offest, 1998
Departemen Pendidikan Dan
Kebudayaan, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, Jakarta, Proyek
Pengembangan Perpustakaan, 1986
Dimyati Dan Mudjiono, Belajar
Dan Pembelajaran, Jakarta, Reneka Cipta, 2002
Hutabara. E.F, Cara
Belajar, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1989
Partowisastro. H. Koestoer,
Dinamika Dalam Psikologi Pendidikan Jilid 1, Jakarta, Erlangga, 1983
Surya. Muhamad, Psikologi
Pendidikan, Bandung, Pembangunan Jaya, 1992
Tim Eska Media, Edisi
Lengkap UUD 1945 Hasil Dan Proses Amandemen Pertama – Keempat, Jakarta, Eska
Media, Tt
Tu’u. Tulus, Peranan
Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa, Jakarta, Grasindo, 2004
Wahab. Abdul Azis, Dkk,
Pendidikan Pancasila 2, Jakarta, Depdikbud, 1996
Wingkel. W.S, Psikologi
Pengajaran, Jakarta, Gramedia, 1995
Http://Brisingrraudhr.Blogspot.Com/2011/02/Ringkasan-Metode-Dan-Organisasi.Html
Http://Carapedia.Com/Pengertian
Definisi Organisasi Menurut Para Ahli_Info484.Html
Http://Evulee.Wordpress.Com/2010/10/12/Teori-Organisasi/
Http://Hmti.Wordpress.Com/2008/02/22/Definisi-Dan-Pengertian-Organisasi/
Http://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Taksonomi_Bloom.
Http://S_Tiwi.Staff.Gunadarma.Ac.Id/Downloads/Files/17350/MINGGU_3.Doc.
Http://Ucupbngt.Blogspot.Com/2011/04/Kebebasan-Berorganisasi.Html
Abdul Azis Wahab, Dkk, Pendidikan
Pancasila 2, (Jakarta, Depdikbud, 1996), H. 70
Dimyati Dan Mudjiono, Belajar
Dan Pembelajaran, (Jakarta, Reneka Cipta, 2002), H. 28

Tidak ada komentar:
Posting Komentar